Balihotnews.com | BADUNG – Jika biasanya Hari Kasih Sayang (Valentine) dirayakan dengan bertukar cokelat atau pesta, hal berbeda dilakukan siswa SMAN 1 Kuta. Kelompok Siswa Pecinta Alam (Sispala) Wira Satya Mandala memilih memperingati hari jadinya yang ke-15 dengan aksi sosial maraton, mulai dari menyantuni pasien kanker hingga merawat hutan lindung.
Di bawah naungan Kabinet Satya Abhinaya, mereka menggelar rangkaian kegiatan bertajuk “Satu Sinar Sejuta Tawa”. Aksi ini berlangsung selama dua hari, 14–15 Februari 2026, di sejumlah titik vital Kabupaten Badung, Bali.
Mengusung konsep Tri Hita Karana, peringatan ini menjadi bukti nyata keseimbangan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama, dan alam, alih-alih terjebak dalam seremoni semata.
”Perayaan ini bukan sekadar seremoni, melainkan refleksi komitmen organisasi dalam menjalankan nilai Tri Hita Karana secara nyata dalam kehidupan sehari-hari,” tegas Ketua Panitia, Ni Putu Chika Marsya Juliastiti, Sabtu (14/2/2026).
Bantu Pasien Kanker hingga Jaga Mata Air
Rangkaian kegiatan diawali dengan implementasi nilai Pawongan (hubungan antarmanusia). Para siswa menyambangi Yayasan Peduli Anak Kanker untuk menyalurkan bantuan sembako.
Aksi ini menjadi simbol solidaritas pelajar SMAN 1 Kuta untuk berbagi kebahagiaan dan dukungan moril kepada mereka yang membutuhkan.
Bergerak ke aspek Palemahan (hubungan dengan alam), rombongan “turun gunung” ke Daya Tarik Wisata (DTW) Alas Pala Sangeh, Abiansemal. Di hutan lindung ini, siswa melakukan feeding (pemberian pakan) demi menjaga keberlangsungan ekosistem kera ekor panjang.
Tak berhenti di sana, komitmen pelestarian lingkungan dipertegas di kawasan Tirta Taman Mumbul. Sispala Wira Satya Mandala menuangkan 10 liter cairan eco enzyme ke perairan setempat.
Langkah ini dinilai krusial untuk menjaga kualitas air dan menetralkan polutan, mengingat Tirta Taman Mumbul adalah salah satu sumber mata air vital bagi masyarakat Badung.
Pengelola DTW Monkey Forest Sangeh, Ida Bagus Gede Pujawan, mengapresiasi inisiatif tersebut. “Kami berharap sinergi ini terus berlanjut. Ini contoh kolaborasi ideal antara pelajar dan pengelola destinasi dalam menjaga keseimbangan lingkungan agar tetap asri,” ujar Pujawan.
Penyucian Diri di Pancoran Solas
Puncak peringatan HUT ke-15 ditutup dengan penerapan nilai Parahyangan (hubungan dengan Tuhan) pada Minggu (15/2/2026). Seluruh anggota, didampingi Dewan Ambalan dan Jegeg Bagus SMAN 1 Kuta, melaksanakan prosesi melukat di Pancoran Solas, Taman Mumbul. Ritual ini menjadi momen introspeksi sekaligus syukur atas 15 tahun perjalanan organisasi.
Ketua Umum Sispala Wira Satya Mandala, Komang Charissa Maharani, berharap kegiatan ini mempererat solidaritas internal. “Kami ingin kehadiran Sispala memberi manfaat luas bagi masyarakat,” tuturnya.
Sementara itu, Pembina Sispala, Ida Bagus Narayana menekankan peran krusial generasi muda (Gen Z) dalam menjaga budaya.
”Aksi nyata seperti ini mencerminkan gaya hidup modern yang tetap peduli lingkungan dan berakar pada tradisi leluhur,” pungkasnya.*** (dre/rls)








