Balihotnews.com | BADUNG – Sebanyak 350 karateka dari berbagai dojo turun ke gelanggang untuk ‘bertarung’ memperebutkan gengsi dalam Kejuaraan Karate Kushin Ryu M. Karate-Do Indonesia (KKI) Badung di GOR Mengwi, Sabtu (17/1/2026) kemarin.
Ajang perebutan Piala Ketua Umum KKI Badung ini dibuka secara resmi oleh Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa. Sebagai wujud dukungan nyata terhadap pembinaan olahraga bela diri di “Gumi Keris”, Adi Arnawa turut menggelontorkan dana motivasi sebesar Rp 30 juta.
Dalam arahannya, Adi Arnawa menegaskan bahwa kompetisi ini bukan sekadar panggung bagi atlet muda untuk unjuk gigi. Lebih dari itu, kejuaraan ini adalah kawah candradimuka untuk mencetak atlet bermental juara yang siap bersaing di level lebih tinggi.
“Kejuaraan ini bukan semata-mata mencari juara, tetapi juga menumbuhkan rasa kebersamaan, solidaritas, saling menghargai antar sesama atlet, serta menjunjung tinggi sportivitas,” tegas Adi Arnawa di hadapan para atlet dan ofisial.
Bupati asal Desa Pecatu, Kuta Selatan itu menekankan, nilai-nilai sportivitas merupakan pondasi vital dalam kehidupan berbangsa. Ia berharap kompetisi semacam ini digelar secara berkelanjutan agar persiapan atlet tidak instan, melainkan melalui proses pematangan yang konsisten.
“Harapannya, mereka mampu menjadi duta Kabupaten Badung, Bali, hingga Indonesia di kancah internasional,” imbuhnya.
Hadir mendampingi Bupati dalam pembukaan tersebut antara lain anggota DPRD Badung I Made Suwardana, jajaran Forkopimda, Ketua Harian KKI Bali I Gusti Made Suryantha Putra, serta sejumlah tokoh karate KKI Bali.
Jaring Bibit Potensial
Sementara itu, Ketua Panitia Kejuaraan, I Wayan Sujana, menjelaskan antusiasme peserta tahun ini sangat tinggi. Kompetisi ini dirancang untuk mengukur hasil latihan sekaligus menjaring bibit-bibit atlet potensial dari 17 Dojo yang berpartisipasi.
“Kejuaraan ini diikuti oleh 17 Dojo KKI dengan total 350 peserta. Rinciannya, kategori kejuaraan umum sebanyak 185 peserta dan kategori festival 165 peserta,” papar Sujana.
Sujana juga mengingatkan pentingnya menjaga sportivitas di atas matras. Hal ini krusial agar para atlet terbiasa dengan iklim kompetisi yang sehat sebelum mewakili perguruan di level daerah maupun nasional.
”Kami berterima kasih atas dukungan Bupati Badung dan seluruh pihak sehingga kejuaraan ini bisa terlaksana untuk mempererat persaudaraan antar-Dojo KKI,” pungkasnya.*** (dre)







