Diberi Tenggat 20 Februari, Perumda Tirta Mangutama Kebut Pasokan Air ke Badung Selatan 

Bupati Badung Wayan Adi Arnawa memaparkan persoalan distribusi air bersih di kawasan Badung Selatan. (Balihotnews/Istimewa)
Bupati Badung Wayan Adi Arnawa memaparkan persoalan distribusi air bersih di kawasan Badung Selatan. (Balihotnews/Istimewa)

Balihotnews.com |​ BADUNG – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Mangutama Kabupaten Badung bergerak cepat menangani krisis air bersih di wilayah Badung Selatan. Langkah ini diambil menyusul ultimatum keras yang dilayangkan Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa.

Sebelumnya, Bupati Adi Arnawa memberikan tenggat waktu (deadline) hingga 20 Februari 2026 bagi jajaran direksi untuk menuntaskan persoalan distribusi air. Peringatan tersebut disampaikan Adi Arnawa di Puspem Badung, Kamis (8/1/2026) lalu.

​”Kami sudah memberikan waktu sampai tanggal 20 Februari 2026 kepada Perumda Tirta Mangutama untuk segera menyelesaikan masalah penyaluran air bersih di wilayah Badung Selatan,” tegas Adi Arnawa.

​Ia tak segan mengambil langkah tegas jika target tersebut meleset. Evaluasi menyeluruh terhadap jajaran direksi menjadi konsekuensi yang disiapkan. ​”Jika tidak tercapai, kami akan mengevaluasi jajaran Direksi dari Perumda,” ancamnya.

Berita Terkait:  Gubernur Koster Dukung Fasilitas dan Perizinan untuk Perseden Berlaga di Liga 3 Nasional

Menurut Adi Arnawa, Pemkab Badung menaruh perhatian serius terhadap ketersediaan air bersih karena merupakan kebutuhan vital masyarakat. Ia memerintahkan direksi bekerja ekstra keras demi menjamin layanan tersebut.

Respons Cepat Perumda

Menjawab instruksi tersebut, Direktur Utama Perumda Tirta Mangutama, I Wayan Suyasa, menyatakan pihaknya telah melakukan sejumlah langkah teknis. Salah satu terobosan utamanya adalah pemasangan pompa di Sistem IV Instalasi Pengolahan Air (IPA) Estuary.

Langkah ini diklaim berhasil mendongkrak kapasitas distribusi air secara signifikan, dari semula 420 liter per detik menjadi 490 liter per detik.

“Uji coba pola pengaliran ini berhasil meningkatkan level air di Wellsite Reservoir (wadah penampung) dari 0,5 meter menjadi 2 meter,” jelas Suyasa.

Berita Terkait:  Jembrana ‘’Gelar Karpet Merah’’ Sambut Investor Korea

Dengan peningkatan level tersebut, volume air yang mengalir ke pelanggan di Badung Selatan kini lebih besar. Suyasa memastikan uji coba akan terus dilakukan hingga Sistem V IPA Estuary beroperasi normal.

“Hal ini demi menjaga kualitas, kuantitas, dan kontinuitas pelayanan,” pungkasnya.*** (dre)

 

Berita Terkini