Gandeng Bapelkesmas, THK Awards Perkuat Wisata Kebugaran Bali 

Yayasan THK Bali dan Bapelkesmas Bali berkolaborasi memanfaatkan dana CSR hotel untuk mencetak tenaga kesehatan profesional di sektor pariwisata, Rabu (7/1/2026). (Balihotnews/Istimewa).
Yayasan THK Bali dan Bapelkesmas Bali berkolaborasi memanfaatkan dana CSR hotel untuk mencetak tenaga kesehatan profesional di sektor pariwisata, Rabu (7/1/2026). (Balihotnews/Istimewa).

Balihotnews.com | ​DENPASAR – Yayasan Tri Hita Karana (THK) Bali membuat gebrakan baru menjelang puncak perayaan ulang tahun peraknya yang ke-25, Jumat (9/1/2026) besok.

Demi memperkuat ekosistem wisata kebugaran (wellness tourism), THK resmi menggandeng Bapelkesmas Bali.

Kolaborasi ini menjadi manuver strategis untuk menyulap dana Corporate Social Responsibility (CSR) hotel menjadi program pelatihan kesehatan yang terarah. Sasaran pelatihannya pun luas, mulai dari SDM pariwisata hingga petugas keamanan desa adat alias pecalang.

Kesepakatan tersebut resmi diteken dalam nota kesepahaman (MoU) antara Ketua Yayasan THK Bali, Ir. I Gusti Ngurah Wisnu Wardana, dan Kepala Bapelkesmas Bali, Sinta Javani, S.ST, MAP, di Denpasar, Rabu (7/1/2026).

Berita Terkait:  Jelang Putusan Praperadilan, Propam Mabes Polri Registrasi Aduan Kubu Eks Kepala BPN Bali

Ketua Yayasan THK Bali, I Gusti Ngurah Wisnu Wardana, menegaskan momentum 25 tahun THK Awards tak boleh sekadar jadi ajang seremonial. Ia ingin ada dampak nyata bagi kualitas pariwisata Bali.

​”Ada banyak hal yang bisa dilakukan menyangkut pelatihan bidang kesehatan. Baik untuk tenaga kesehatan profesional di hotel maupun masyarakat umum, seperti pecalang. Dana pelatihan ini bisa diakomodasi dari dana CSR hotel peserta THK-Awards,” ujar Wisnu.

Wartawan senior pariwisata ini menambahkan, skema baru ini membuat penyaluran dana CSR menjadi lebih produktif. Tujuannya jelas, yakni menciptakan destinasi wisata yang aman, sehat, dan memiliki standar medis mumpuni.

Merespons Tren Wellness Tourism

Kepala Bapelkesmas Bali, Sinta Javani, menyambut antusias sinergi ini. Menurutnya, langkah THK sangat relevan dengan tren wellness tourism yang kini makin digandrungi turis mancanegara.

Berita Terkait:  Didukung Peningkatan Investasi dan Perdagangan terkait Pengembangan AI, Pertumbuhan ekonomi global di 2026 Diperkirakan lebih Rendah dari 2025

“Dengan mengintegrasikan layanan kesehatan holistik dan budaya Bali, seperti yoga, meditasi, dan terapi tradisional, ini menjadi keunikan tersendiri. Semua itu bisa dilakukan oleh tenaga pelatihan profesional milik Bapelkesmas Bali,” tegas Sinta.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap hotel yang loyal menyalurkan bantuan sosial, Yayasan THK menyiapkan kategori baru tahun ini, yakni “THK-CSR Awards”.

Penghargaan bergengsi ini khusus diberikan kepada hotel yang berani menggelontorkan dana CSR di atas Rp 500 juta dalam satu tahun anggaran.

​Selain itu, pada malam puncak besok, penyelenggara juga akan menganugerahkan “Life-time Achievement Awards”.

Penghargaan ini didedikasikan bagi 13 hotel dan Daya Tarik Wisata (DTW) yang konsisten mempertahankan akreditasi Tri Hita Karana selama lebih dari 10 tahun berturut-turut.

Berita Terkait:  Cegah Krisis Air Bali, Wamenpar Ni Luh Puspa Tanam 12.500 Bambu di Lempuyang

Sekadar diketahui, sejak pertama kali dihelat tahun 2000, THK Awards telah menjadi barometer penerapan konsep harmoni di industri pariwisata. Hingga kini, tercatat 500 hotel dan DTW se-Bali telah mengantongi sertifikat “THK Tourism Awards”.*** (dre)

 

 

Berita Terkini