Bali Trail Run 2026: Lari Lintas Alam Kelas Dunia Kembali Guncang Batur, Koster Siap Hadir

Ket foto: Ilustrasi penyelenggaraan lari lintas alam bergengsi, Bali Trail Run, yang akan digelar pada Mei 2026 mendatang di kawasan kaldera Batur, Kintamani, Kabupaten Bangli. (Balihotnews/red). ​
Ket foto: Ilustrasi penyelenggaraan lari lintas alam bergengsi, Bali Trail Run, yang akan digelar pada Mei 2026 mendatang di kawasan kaldera Batur, Kintamani, Kabupaten Bangli. (Balihotnews/red). ​

Balihotnews.com | ​BANGLI — Kawasan kaldera Batur, Kintamani, Kabupaten Bangli, bersiap kembali menjadi tuan rumah ajang lari lintas alam bergengsi, Bali Trail Run (BTR) 2026.

Ajang olahraga berskala internasional yang dijadwalkan berlangsung pada Mei 2026 mendatang ini diproyeksikan menjadi magnet baru pariwisata berbasis olahraga (sport tourism) di Pulau Dewata.

Kepastian penyelenggaraan ini mendapat dukungan penuh dari Gubernur Bali, Wayan Koster. Dukungan tersebut disampaikan langsung saat Koster menerima audiensi Komunitas Bali Trail Run di Kantor Gubernur Bali, Renon, Denpasar, Kamis (18/12/2025).

Koster menilai, ajang ini bukan sekadar ajang olahraga, melainkan instrumen efektif untuk mempromosikan keindahan alam pegunungan Bali sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.

Berita Terkait:  Buka Pelatihan Pembina PMR Klungkung, Bupati Satria : Cetak Generasi Muda Berkarakter lewat Semangat Mahottama 

​”Saya tentu sangat mendukung. Bali Trail Run ini event yang bagus dan berdampak nyata. Saya akan hadir langsung membuka Bali Trail Run 2026,” tegas Koster.

Wakil Ketua Komunitas Bali Trail Run, Putu Rio Rahdiana, menuturkan bahwa ajang ini memiliki rekam jejak yang unik. Berawal dari inisiatif komunitas sekaa demen (kelompok penghobi) dengan dana swadaya tanpa sponsor, BTR kini telah berevolusi menjadi agenda tahunan resmi Provinsi Bali, bahkan masuk dalam kalender kegiatan Kementerian Pariwisata.

Konsistensi penyelenggara teruji saat pandemi Covid-19, di mana event ini tetap terselenggara dengan protokol ketat. Kini, antusiasme peserta melonjak drastis.

​”Astungkara, pada gelaran terakhir jumlah peserta mencapai sekitar 4.000 orang. Peserta datang dari dalam dan luar negeri. Dampaknya sangat besar bagi Bangli, terutama dari sisi ekonomi dan pariwisata,” ujar Putu Rio.

Berita Terkait:  Stok BBM Bali Ditambah, Antrean Kendaraan di SPBU Denpasar dan Badung Masih Mengular

Tingginya minat peserta berdampak signifikan pada okupansi akomodasi di kawasan Bangli. Putu Rio mengungkapkan, untuk pelaksanaan tahun ini saja, penginapan di sekitar lokasi acara sudah habis dipesan (sold out). Hal ini membuktikan efektivitas sport tourism dalam mendistribusikan kue pariwisata ke wilayah Bali Tengah.

Secara teknis, Bali Trail Run 2026 akan menyuguhkan tantangan yang lebih variatif. Panitia menyiapkan lima kategori lomba dengan jarak tempuh mulai dari 7 kilometer hingga kategori ultra 100 kilometer. Rutenya dirancang melintasi tiga gunung, memadukan tantangan fisik dengan filosofi alam dan budaya Bali yang kental.

“Bali Trail Run bukan sekadar lari. Kami membawa pesan-pesan lingkungan dan filosofi alam. Kegiatannya dirangkai dengan penanaman pohon serta aktivitas sosial lainnya,” tambah Rio.

Berita Terkait:  Bupati Sedana Arta Dampingi Gubernur Koster Hadiri Puncak Karya Panca Wali Krama di Pura Ulun Danu Batur

​Ia berharap, dengan dukungan penuh Pemerintah Provinsi Bali, BTR 2026 dapat semakin memperkuat posisi Bali sebagai destinasi lari lintas alam kelas dunia yang mengedepankan keberlanjutan dan pemberdayaan masyarakat lokal.*** (dre)

Berita Terkini