FPST Unwar Diminta Perkuat Edukasi Berkelanjutan Majukan Pertanian Desa Sangeh

Foto: Fakultas Pertanian, Sains, dan Teknologi (FPST) Universitas Warmadewa (Unwar) diminta untuk terus melakukan edukasi berkelanjutan guna mendukung pengembangan sektor pertanian di Desa Sangeh. (Balihotnews/ist).

Balihotnews.com | BADUNG – Fakultas Pertanian, Sains, dan Teknologi (FPST) Universitas Warmadewa (Unwar) diminta untuk terus melakukan edukasi berkelanjutan guna mendukung pengembangan sektor pertanian di Desa Sangeh.

Permintaan tersebut disampaikan Sekretaris Desa Sangeh, Ketut Suarjaya dalam sesi penutupan kegiatan Gema Ilmiah Sosial (GIS) yang diselenggarakan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FPST Unwar.

Menurut Suarjaya, kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat desa memiliki peran strategis dalam menghadirkan solusi pertanian yang aplikatif dan sesuai dengan kebutuhan lokal. Ia menilai edukasi terkait adaptasi perubahan iklim serta pengelolaan sumber daya air menjadi hal yang sangat penting bagi keberlanjutan pertanian di desa.

Ia juga menekankan bahwa proses edukasi tidak dapat dilakukan secara instan, melainkan membutuhkan komitmen jangka panjang dari seluruh pihak yang terlibat. Oleh karena itu, FPST Unwar diharapkan tetap memberikan pendampingan dan bimbingan kepada masyarakat desa ke depannya.

Berita Terkait:  Wakil Bupati Klungkung Pimpin Rapat PGRI, Minta Momentum HUT ke-81 Perkuat Solidaritas Guru

“Kami mohon kerja sama yang lebih intensif untuk kemajuan tahun-tahun berikutnya,” tegasnya.

Lebih lanjut, Suarjaya mengungkapkan harapannya agar hubungan baik antara mahasiswa dan masyarakat Desa Sangeh terus terjalin.

Ia bahkan mengutip penggalan lagu legendaris, “Hari ini bukan hari terakhir bagi kita bertemu”, sebagai simbol harapan akan kolaborasi yang berkelanjutan. Program edukasi dari FPST diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan petani mengenai teknik budidaya yang lebih baik demi peningkatan hasil pertanian serta keberlanjutan sumber daya alam.

Sementara itu, Wakil Dekan III FPST Unwar, Ir. I Wayan Sudiarta, MP, menyampaikan bahwa kegiatan GIS merupakan bagian penting dari proses pembelajaran mahasiswa.

“Kegiatan ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami secara langsung permasalahan yang ada di lapangan, sehingga mereka dapat menerapkan teori yang telah dipelajari dalam konteks yang nyata,” paparnya.

Berita Terkait:  Bentengi Generasi Muda dari Narkoba, BNNP Bali Gelar Bimtek Penggiat P4GN Bersama Gerakan Pramuka Kwarda Bali

Ia menambahkan, pengalaman lapangan menjadi bekal penting bagi mahasiswa untuk menghadapi tantangan di masyarakat sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan desa berbasis ilmu pengetahuan. (red).

 

 

Berita Terkini