Balihotnews.com | BADUNG – Hujan deras yang mengguyur kawasan pariwisata Kuta Utara, Kabupaten Badung, sejak Sabtu malam (13/12/2025), memicu banjir parah hingga menelan korban jiwa.
Merespons kejadian tersebut, Wakil Bupati Badung I Bagus Alit Sucipta alias Gus Bota bergerak cepat meninjau langsung sejumlah titik krusial banjir, sekaligus memerintahkan penanganan darurat infrastruktur, Minggu (14/12/2025).
Dalam inspeksi mendadak itu, Gus Bota menyisir dua lokasi terdampak paling parah di Kuta Utara, yakni Lingkungan Krisnantara, Desa Tibubeneng, serta Jalan Sri Kahyangan, Desa Canggu.
Peninjauan difokuskan pada identifikasi penyebab luapan air yang mencapai ketinggian hingga satu meter, serta evaluasi keselamatan infrastruktur publik.
Di Jalan Sri Kahyangan, Canggu, Gus Bota menemukan penyempitan badan sungai sebagai pemicu utama banjir. Kondisi tersebut diperparah oleh bangunan yang menjorok hingga ke bibir sungai, sehingga menghambat aliran air saat curah hujan tinggi.
“Saya sudah perintahkan segera dilakukan mitigasi. Ada bangunan yang memakan bibir sungai dan menyebabkan penyempitan. Ini akan kami bongkar agar aliran sungai kembali normal,” tegas Gus Bota, didampingi jajaran Dinas PUPR, BPBD Badung, serta Camat Kuta Utara I Putu Eka Parmana.
Selain penertiban bangunan, politisi PDI Perjuangan ini juga memastikan normalisasi sungai menjadi solusi jangka panjang agar air kiriman tidak kembali meluap ke jalan raya dan permukiman warga.
Soroti Keselamatan Pascainsiden WNA Tewas
Perhatian serius juga tertuju pada Lingkungan Krisnantara, Tibubeneng. Lokasi ini menjadi sorotan setelah seorang warga negara asing (WNA) perempuan ditemukan tewas usai terseret arus banjir dan tersangkut di gorong-gorong, Minggu pagi.
Gus Bota menilai, insiden tragis tersebut dipicu minimnya pengaman jembatan. Saat banjir merendam badan jalan, batas antara jalan dan sungai menjadi tidak terlihat, sehingga sangat membahayakan pengguna jalan.
“Di sini tidak ada pembatas jembatan yang jelas. Saat banjir, sulit membedakan mana jalan dan mana sungai. Saya perintahkan Dinas PUPR segera meninggikan pembatas agar tetap terlihat meski air naik,” ujarnya.
Kronologi Banjir
Berdasarkan data lapangan, hujan berintensitas tinggi mulai mengguyur Kuta Utara sejak Sabtu pukul 22.00 WITA. Debit air meningkat drastis sekitar pukul 01.00 WITA dan bertahan selama tiga hingga empat jam.
Ketinggian air bervariasi di sejumlah titik, dengan kedalaman mencapai satu meter di kawasan cekungan seperti Jalan Sri Kahyangan.
Pemerintah Kabupaten Badung berkomitmen terus memantau situasi dan menginstruksikan seluruh OPD serta camat untuk meningkatkan kewaspadaan.
“Bencana memang tidak bisa diprediksi. Tapi begitu terjadi, respons cepat harus dilakukan agar risiko korban jiwa bisa diminimalkan,” pungkas Gus Bota.*** (dre)






