BI Tegaskan Sinergi Daerah, Ekonomi Bali Diproyeksikan Tumbuh hingga 6,4 Persen

Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) Bali 2025. (balihotnews/istimewa)
Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) Bali 2025. (balihotnews/istimewa)

Balihotnews.com | DENPASAR – Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) Bali 2025 menegaskan arah penguatan sinergi antar lembaga untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Bali yang lebih tinggi, inklusif, dan berkelanjutan. Agenda ini merupakan bagian dari rangkaian PTBI Nasional yang digelar serentak pada 28 November 2025 dan dipimpin langsung oleh Presiden RI dan Gubernur Bank Indonesia.

Dalam forum nasional tersebut, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa ketahanan ekonomi Indonesia tetap kuat di tengah ketidakpastian global berkat kolaborasi menyeluruh antar elemen bangsa. Ia menekankan perlunya implementasi kebijakan yang cepat dan solutif untuk menjawab tantangan.

“Sekarang adalah execution. Sekarang adalah how to solve the problem. How to bring solution as fast as possible to the people,” pesan Presiden Prabowo.

Berita Terkait:  Berikut Cara Memadukan Promosi Online dan Offline, Strategi Efektif untuk Meningkatkan Penjualan

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memaparkan arah kebijakan BI 2026 yang menyeimbangkan stabilitas dan pertumbuhan melalui kebijakan moneter, pelonggaran makroprudensial, akselerasi digitalisasi sistem pembayaran, pendalaman pasar keuangan, dan dukungan pembiayaan hilirisasi.

Selain itu, penguatan koordinasi kebijakan ditekankan pada lima bidang strategis, antara lain, stabilitas makro dan sistem keuangan, hilirisasi dan ekonomi kerakyatan, peningkatan pembiayaan dan pasar keuangan, ekonomi digital, serta kerja sama ekonomi internasional.

Pada tingkat daerah, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Erwin Soeradimadja menyampaikan bahwa perekonomian Bali pada 2025 diproyeksikan berada di titik atas 5,0–5,8%, dan akan terus meningkat pada 2026 di kisaran 5,4–6,2%, serta 2027 sebesar 5,6–6,4%.

Berita Terkait:  Terbitkan POJK Rencana Bisnis Bank Umum, OJK Perkuat Kontribusi Perbankan dalam Pembangunan Nasional 

Kinerja ini tidak hanya ditopang pariwisata tetapi juga sektor unggulan baru seperti pertanian, ekonomi kreatif, dan investasi. Inflasi juga tetap terjaga dalam rentang sasaran 2,5 ±1% selama 2025–2027.

Meski demikian, BI menyoroti tiga tantangan besar ekonomi Bali: percepatan terwujudnya pariwisata berkualitas, penguatan sektor unggulan di luar pariwisata, dan pembangunan ekonomi berkelanjutan melalui keuangan inklusif serta digitalisasi.

Untuk menjawabnya, BI Bali menyiapkan strategi yang linear dengan transformasi ekonomi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Panca Kerthi.

Mulai dari penguatan sektor unggulan baru, pengembangan pariwisata berkualitas, pengendalian inflasi, peningkatan akses pembiayaan, hingga percepatan digitalisasi sistem pembayaran.

Pemerintah Provinsi Bali, yang diwakili Sekretaris Daerah Dewa Made Indra, menegaskan komitmen mendukung pertumbuhan ekonomi yang tangguh dan mandiri dengan landasan Tri Hita Karana.

Berita Terkait:  Inflasi Bali September 2026 Melandai Ditengah Penguatan Sinergi Pengendalian Inflasi 

Ia menekankan bahwa perekonomian Bali bukan hanya perlu tumbuh tinggi, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

PTBI Bali 2025 ditutup dengan penganugerahan Bali Kertha Bhuana kepada 12 mitra strategis sebagai apresiasi atas kontribusi terhadap ekonomi daerah.

Pada kesempatan yang sama diumumkan pemenang Pasar Rakyat Go Digital, sebuah inisiatif untuk mempercepat digitalisasi pasar, akses pembiayaan, dan peningkatan literasi keuangan.

Agenda turut diakhiri dengan penyerahan Kajian Carrying Capacity Pariwisata Bali kepada Pemerintah Provinsi Bali sebagai salah satu langkah memperkuat pengembangan Quality Tourism. (red)

Berita Terkini