Sosialisasi MBG di Gianyar Tekankan Edukasi Gizi dan Komunikasi Publik

Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digelar di Desa Guwang, Gianyar, pada Minggu (30/11/2025). (balihotnews/istimewa)
Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digelar di Desa Guwang, Gianyar, pada Minggu (30/11/2025). (balihotnews/istimewa)

Balihotnews.com | GIANYAR – Upaya meningkatkan kualitas gizi masyarakat kembali ditegaskan melalui sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digelar di Desa Guwang pada Minggu (30/11/2025). Agenda ini memfokuskan penguatan edukasi gizi dan peningkatan komunikasi publik agar manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat hingga tingkat keluarga.

Kegiatan berlangsung dengan kehadiran Anggota Komisi VI DPR RI I Nyoman Parta, perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN) Gede Krisna Udiana dan Dewa, serta ratusan warga Desa Guwang.

Sosialisasi menyoroti pentingnya penyampaian informasi gizi yang jelas dan terstruktur sebagai pondasi untuk membangun generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing global.

Dalam sambutannya, I Nyoman Parta menegaskan bahwa DPR tidak hanya memastikan kekuatan regulasi, tetapi juga memastikan masyarakat benar-benar merasakan dampak dari kebijakan gizi.

Berita Terkait:  Raih 186 Suara, Letjen I Nyoman Cantiasa Ungguli Ari Dwipayana dalam Pemilihan Ketua Umum PHDI Pusat

“Kebijakan tidak boleh berhenti di atas kertas. Kita harus memastikan program ini sampai ke masyarakat dengan kualitas yang terjaga. Penguatan lembaga dan peningkatan kapasitas SDM adalah kunci agar program ini berjalan efektif,” ujarnya.

Perwakilan BGN, Gede Krisna Udiana, menekankan pentingnya komunikasi publik yang rapi dan mudah diakses agar informasi terkait MBG diterima tanpa bias.

“Masyarakat, khususnya para orang tua, harus mendapatkan informasi yang benar dan mudah diakses. BGN perlu menyiapkan call center, kanal pengaduan resmi, serta mekanisme pelaporan yang sederhana namun efektif,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa ruang komunikasi harus menjadi wadah untuk menyampaikan apresiasi ketika pelaksanaan program dinilai baik, selain fungsi menyampaikan keluhan.

Berita Terkait:  Melihat Berakhirnya PHDI Menuju MAHASABHA XIII, KMHDI Buleleng Soroti Ruang Anak Muda dan Persoalan Umat

Masih dari pihak BGN, Dewa menjelaskan ruang lingkup sasaran program MBG sebagai bagian dari strategi menuju Indonesia Emas 2045.

“Program ini menyasar anak PAUD hingga SMA, termasuk kelompok rentan seperti balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. Tujuan utamanya adalah memastikan kecukupan gizi sejak dini,” jelasnya.

Menurutnya, edukasi nutrisi mengenai karbohidrat, protein, dan lemak harus berjalan beriringan dengan distribusi makanan bergizi agar pemahaman masyarakat semakin kuat.

Sosialisasi MBG di Desa Guwang memperkuat pesan bahwa pemenuhan gizi tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah.

Keterlibatan keluarga dan masyarakat melalui literasi gizi yang benar dan saluran komunikasi yang lebih terstruktur menjadi elemen penting untuk menciptakan dampak jangka panjang bagi kesehatan generasi mendatang. (red)

Berita Terkait:  Pekerja Wajib Tahu! 10 Poin Baru dalam UU Pelindungan Ketenagakerjaan 

Berita Terkini