Balihotnews.com | DENPASAR – Gelaran Soekarno Cup 2025 bukan hanya menghadirkan persaingan delapan tim nasional dari berbagai provinsi, tetapi juga diproyeksikan menjadi magnet baru bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif Bali.
Perpaduan antara olahraga prestisius dan atraksi budaya khas Pulau Dewata diyakini akan menjadi daya tarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara, pada 5-13 Desember 2025.
Ketua Panitia Eka Nurcahyadi menegaskan bahwa event ini didesain tidak hanya sebagai turnamen, melainkan momentum promosi pariwisata.
“Kami siap menggelar Soekarno Cup 2025. Ini bukan sekadar turnamen, tapi momentum untuk menunjukkan semangat olahraga dan persatuan,” paparnya.
Event Multivenue Dorong Pergerakan Wisata Lokal
Pertandingan akan tersebar di tiga venue besar, yakni Stadion Ngurah Rai Denpasar, Bali United Training Center, dan Stadion Kapten I Wayan Dipta di Gianyar. Format multivenue seperti ini diprediksi mendorong mobilitas wisatawan, yang berpotensi memberi dampak ekonomi pada hotel, transportasi, UMKM kuliner, hingga pusat belanja di dua kabupaten/kota tersebut.
Delapan tim peserta berasal dari Jawa Barat, DKI Jakarta, Sumatra Utara, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Sulawesi Selatan, dan Papua Tengah.
Pembukaan Bertema “Kanaka Pertiwi”: Atraksi Budaya untuk Wisatawan
Panitia sengaja mengangkat tema budaya Bali sebagai wajah pembukaan turnamen. Ratusan seniman akan menyuguhkan kolaborasi okokan, Adi Merdangga, baleganjur, barong, rangda hingga pengarak tigasana.
“Pembukaan akan sangat kental nuansa budaya Bali. Kami ingin menunjukkan keindahan tradisi lokal dalam panggung nasional,” kata Eka Nurcahyadi.
Pembukaan akan ditandai pemukulan Gerumpyungan dan tendangan pertama oleh Ketua DPP PDI Perjuangan Mohamad Prananda Prabowo bersama tokoh PDI Perjuangan Bali.
Gala Dinner di DNA Lumintang: Momentum Promosi Ekonomi Kreatif
Gala Dinner pada 4 Desember di Dharma Negara Alaya (DNA) Lumintang diproyeksikan menjadi ruang temu bagi pelaku ekonomi kreatif Bali. Kehadiran tokoh nasional dan daerah membuka peluang networking dan promosi produk-produk lokal.
Wadah Talenta Muda dan Pendorong Aktivitas Wisata
Made Rai Warsa menegaskan bahwa Soekarno Cup 2025 diharapkan tidak hanya melahirkan atlet-atlet berprestasi tetapi juga menjadi perhelatan budaya berskala nasional yang memberi nilai tambah bagi citra Bali.
“Dengan persiapan matang dan dukungan berbagai pihak, Soekarno Cup 2025 diharapkan tidak hanya menjadi panggung talenta muda sepak bola nasional, tetapi juga merayakan kekayaan budaya Bali dalam satu perhelatan akbar,” pungkasnya.
Dengan kombinasi olahraga, budaya, dan pariwisata, Soekarno Cup 2025 diperkirakan menjadi salah satu event akhir tahun yang paling ditunggu di Bali. (red).







