Sosialisasi MBG di Badung Tekankan Edukasi Gizi Sejak Dini

Sosialisasi MBG yang digelar DPR RI bersama Badan Gizi Nasional (BGN) di Badung, pada Kamis (27/11/2025). (balihotnews/istimewa)
Sosialisasi MBG yang digelar DPR RI bersama Badan Gizi Nasional (BGN) di Badung, pada Kamis (27/11/2025). (balihotnews/istimewa)

Balihotnews.com | BADUNG – Penyelenggaraan sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Badung kembali menegaskan pentingnya edukasi gizi sejak dini dan kolaborasi lintas pihak untuk menciptakan kebiasaan makan sehat di kalangan anak-anak.

Sosialisasi yang digelar DPR RI bersama Badan Gizi Nasional (BGN) pada Kamis (27/11/2025) ini mempertemukan warga, orang tua, dan tenaga pendidik dalam ruang diskusi terbuka mengenai pemenuhan gizi seimbang.

Pemerintah berharap partisipasi masyarakat semakin aktif dalam menjaga pola konsumsi sehat sesuai kebutuhan tubuh.

Dalam sambutan virtualnya melalui Zoom, Anggota Komisi IX DPR RI, Charles Honoris menegaskan bahwa BGN tidak boleh sekadar berperan sebagai regulator. Ia mendorong lembaga tersebut menjadi motor edukasi gizi nasional sekaligus benteng utama dalam melindungi generasi muda dari paparan makanan ultra-proses.

Berita Terkait:  Pekerja Wajib Tahu! 10 Poin Baru dalam UU Pelindungan Ketenagakerjaan 

“Peningkatan penyakit tidak menular seperti kanker, stroke, hingga gagal ginjal memiliki keterkaitan erat dengan pola konsumsi gula, garam, dan lemak berlebih. Karena itu, orang tua diminta lebih sigap dalam mengarahkan anak-anak memilih makanan sehat sesuai panduan WHO,” ucap Charles Honoris.

Charles menambahkan komitmen DPR untuk memastikan kebijakan gizi tidak sebatas norma hukum, tetapi hadir nyata di masyarakat melalui penguatan lembaga dan peningkatan kapasitas SDM.

“Langkah-langkah kecil hari ini akan menentukan masa depan bangsa, kita ingin anak-anak Indonesia tumbuh kuat, sehat, dan siap membawa Indonesia menjadi salah satu kekuatan ekonomi terbesar di dunia,” ungkapnya.

Perwakilan BGN, Mochammad Halim, turut menegaskan bahwa Program MBG tidak hanya fokus pada penyediaan makanan, tetapi pada pembentukan kesadaran kolektif tentang pentingnya gizi seimbang.

Berita Terkait:  16.000 Liter Air Disalurkan Kodam Udayana Kepada Warga Terdampak Kekeringan di Kampial

Ia menjelaskan bahwa hidangan dalam program disusun untuk menunjang pertumbuhan dan konsentrasi belajar anak.

“Program ini adalah langkah konkret untuk memastikan generasi muda kita mendapatkan asupan terbaik. Namun keberhasilannya tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga peran aktif keluarga dan sekolah,” ujarnya.

Halim menekankan bahwa pendidikan gizi perlu dibiasakan sejak dini agar anak-anak terbentuk dalam kebiasaan memilih makanan lebih sehat.

“Kita ingin anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang kuat dan cerdas, dan itu dimulai dari makanan yang mereka konsumsi sehari-hari,” tambahnya.

Melalui sosialisasi ini, pemerintah berharap masyarakat semakin memahami bahwa Program MBG bukan sekadar agenda negara, melainkan gerakan bersama untuk membangun ekosistem gizi yang kuat.

Berita Terkait:  Pertamina Janji Sehari Tak Kelar, Koster Datangi Direktur Pertamina di Sanggaran

Kolaborasi pemerintah, sekolah, dan keluarga menjadi faktor utama agar manfaat program dapat dirasakan secara berkelanjutan. (red)

Berita Terkini