Stunting Jadi Sorotan di Sosialisasi MBG Buleleng, Pemerintah Ajak Warga Perkuat Gerakan Gizi Seimbang

Sosialisasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) Badan Gizi Nasional (BGN) di Aula Banjar Anyar, Banjar Bali, Kecamatan Buleleng, Jumat (21/11/2025). (balihotnews/istimewa)
Sosialisasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) Badan Gizi Nasional (BGN) di Aula Banjar Anyar, Banjar Bali, Kecamatan Buleleng, Jumat (21/11/2025). (balihotnews/istimewa)

Balihotnews.com | BULELENG – Pemerintah kembali mendorong peningkatan kualitas gizi masyarakat melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG). Upaya tersebut terlihat dari kegiatan sosialisasi yang digelar Badan Gizi Nasional (BGN) di Aula Banjar Anyar, Banjar Bali, Kecamatan Buleleng, Jumat (21/11/2025).

Sosialisasi yang digelar dengan tema “Bersama Mewujudkan Generasi Sehat Indonesia” ini turut menghadirkan Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris, Kabid Yankes Dinkes Buleleng, Dewa Putu Merta Suteja, serta Analis Madya Promosi dan Edukasi Gizi BGN, Alwin Supriyadi.

Melalui sambutan virtualnya, Charles Honoris menekankan bahwa BGN memiliki peran strategis dalam memastikan kebijakan gizi nasional berjalan optimal.

“BGN harus menjadi garda terdepan dalam melindungi generasi muda dari ancaman makanan ultra-proses. Penyakit tidak menular seperti kanker, stroke, dan gagal ginjal meningkat seiring konsumsi gula, garam, dan lemak berlebih. Orang tua harus mampu membimbing anak-anak memilih makanan sehat sesuai standar WHO,” ujar Charles.

Berita Terkait:  Dekranasda Fashion Road Show di Buleleng, Putri Koster Dorong UMKM dan Desainer Lokal “Keluar dari Tempurung”

Ia menambahkan bahwa komitmen DPR RI bukan hanya pada kebijakan, tetapi juga pada implementasinya.

“Langkah-langkah kecil hari ini akan menentukan masa depan bangsa. Kita ingin anak-anak Indonesia tumbuh kuat dan sehat untuk membawa Indonesia menjadi kekuatan ekonomi dunia,” tegasnya.

Tekan Angka Stunting

Dari sisi daerah, Kabid Yankes Dinkes Buleleng, Dewa Putu Merta Suteja menyampaikan bahwa isu gizi erat kaitannya dengan upaya menekan angka stunting yang masih ditemukan di masyarakat.

“Stunting masih ada di sekitar kita. Pemahaman masyarakat tentang gizi seimbang harus terus ditingkatkan agar kasusnya dapat ditekan semaksimal mungkin,” jelasnya.

Sementara itu, Alwin Supriyadi dari BGN menjelaskan bahwa Program MBG dirancang sebagai bagian dari roadmap menuju Indonesia Emas 2045. Program ini menyasar pelajar PAUD hingga SMA, serta kelompok rentan seperti ibu menyusui, ibu hamil, dan balita.

Berita Terkait:  Hari ke Tujuh Nihil, Tim SAR Gabungan Hentikan Pencarian Gede Adimas

“MBG tidak hanya memastikan kecukupan gizi, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal. Bahan pangan untuk SPPG dipasok dari petani, nelayan, dan peternak setempat. Koperasi dan BUMDes berperan dalam rantai pasok agar manfaat ekonomi tidak keluar daerah,” jelas dia.

Ia juga menyoroti bahwa penerapan dapur SPPG turut membuka lapangan kerja baru di masyarakat melalui pemberdayaan tenaga lokal.

Melalui sosialisasi ini, pemerintah pusat dan daerah menegaskan kembali komitmen bersama meningkatkan literasi gizi, memperluas akses makanan sehat, sekaligus memperkuat rantai ekonomi desa.

Program MBG diharapkan tidak hanya menjadi intervensi jangka pendek, tetapi investasi sosial menuju generasi Indonesia yang lebih sehat dan produktif. (red)

Berita Terkait:  Pesona Lemukih Eco Village Jadi Ruang Belajar Alam Sispala Wira Satya Mandala

Berita Terkini