Balihotnews.com | BADUNG – Antusiasme masyarakat tak terbendung dalam perayaan HUT ke-16 Kota Mangupura di Lapangan Pusat Pemerintahan (Puspem) Kabupaten Badung, Sempidi. Ribuan warga tumpah ruah memadati lokasi sejak hari pertama, Sabtu (22/11/2025).
Meski sempat terjadi kepadatan hingga pengunjung harus berdesak-desakan di pintu masuk, pesta rakyat yang digelar selama dua hari (22-23 November) ini tetap berjalan kondusif dan semarak. Bahkan atmosfer kemeriahan terasa dari pagi hingga malam hari.
Puncak keramaian terjadi pada malam hari. Panggung utama diguncang oleh deretan musisi papan atas seperti Superman Is Dead (SID), For Revenge, hingga kolaborasi magis Seniman Badung bersama Ayu Laksmi.
Tak hanya itu, band-band lokal seperti Lolot, Jangar, Zat Kimia, hingga King of Panda turut memanaskan suasana, membuat ribuan penonton larut dalam euforia.
Lansia hingga Gen Z Ambil Bagian
Uniknya, perayaan kali ini tidak hanya milik anak muda. Sejak pagi, acara dibuka dengan aksi memukau 496 lansia yang membawakan Tari Janger. Para penari sepuh ini merupakan perwakilan dari seluruh desa/kelurahan di Badung, di mana masing-masing desa mengirimkan 8 orang perwakilannya.
Usai pentas budaya, Pemkab Badung menyalurkan bantuan sosial berupa kursi roda, alat bantu dengar, tongkat, walker, hingga Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi lansia, penyandang disabilitas, dan anak yatim.
Sementara itu, kalangan Gen Z dimanjakan dengan kompetisi Mangupura E-sport yang menggandeng Bagoes E-sport. Tak ketinggalan, komunitas hobi turut meramaikan suasana lewat Mangupura Platycerium Exhibition, pameran motor trail, hingga kompetisi Beyblade yang digawangi HondaFansBali.
“Sejak pagi sudah berlangsung berbagai agenda seperti janger lansia, penyerahan bantuan, serta tenant UMKM. Menjelang sore, acara dilanjutkan dengan Festival Budaya dan penampilan musik artis nasional,” ujar Kepala Bagian Tata Pemerintahan (Tapem) Setda Badung, Made Surya Dharma di lokasi, Sabtu (22/11/2025).
Wadah Kreativitas dan Ekonomi
Di sudut lain, nuansa tradisi tetap kental dengan adanya Lomba Tapel Ogoh-Ogoh yang dinanti para yowana (pemuda) Badung. Edukasi lingkungan juga tak luput dari perhatian melalui kampanye kelola sampah, pembuatan eco-enzyme, hingga produk upcycle.
Geliat ekonomi kerakyatan juga terlihat nyata. Stand UMKM yang menjajakan kuliner, fesyen, hingga kriya (kerajinan) menjadi primadona pengunjung. Langkah ini menjadi bukti konkret Pemkab Badung memberi panggung agar produk lokal naik kelas.
Di tengah keramaian, Dinas Kominfo Badung turut membuka booth sosialisasi program ‘Kontak Bupati’. Layanan ini memungkinkan warga menyampaikan aspirasi dan kritik langsung kepada pemerintah melalui kanal digital.
Terkait membludaknya pengunjung, Surya Dharma memastikan pihaknya telah melakukan mitigasi.
”Kami pastikan aspek keamanan, kebersihan, dan ketertiban berjalan baik agar acara bisa dinikmati dengan nyaman oleh seluruh masyarakat,” pungkasnya.*** (dre)






