Belajar dari TPA Suwung, Putri Koster Ingatkan Nusa Penida

Duta Percepatan Penanganan Sampah Berbasis Sumber (PSBS) Provinsi Bali, Putri Suastini Koster, saat memberikan sosialisasi pengelolaan sampah di Desa Batununggul, Nusa Penida, Klungkung, Rabu (12/11/2025). (Balihotnews/Ist)
Duta Percepatan Penanganan Sampah Berbasis Sumber (PSBS) Provinsi Bali, Putri Suastini Koster, saat memberikan sosialisasi pengelolaan sampah di Desa Batununggul, Nusa Penida, Klungkung, Rabu (12/11/2025). (Balihotnews/Ist)

 

Balihotnews.com | KLUNGKUNG – Duta Percepatan Penanganan Sampah Berbasis Sumber (PSBS) Provinsi Bali, Putri Suastini Koster, menyerukan perubahan pola pikir drastis bagi masyarakat Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, dalam mengelola sampah.

​Ia menegaskan, sampah harus tuntas dikelola di sumbernya, yakni dari rumah tangga.​ Peringatan ini disampaikannya saat sosialisasi PSBS di Balai Desa Batununggul, Nusa Penida, Rabu (12/11/2025).

Putri Koster tak ingin bencana ekologis TPA Suwung terulang di pulau wisata tersebut.

“Kita belajar dari pengalaman buruk di TPA Suwung, yang menampung sampah empat kabupaten/kota puluhan tahun hingga menggunung setinggi 35 meter,” ungkapnya.

​”Apakah kita mau hal itu terjadi di Nusa Penida? Tentu tidak. Karena itu, sampah harus selesai di sumbernya,” tegas Putri Koster.

Berita Terkait:  Bawa 23 IKM ke Kriyanusa 2026, Ny. Putri Koster Dorong Kerajinan Bali Tembus Pasar Internasional

Ia mengingatkan, Bali sejatinya telah memiliki payung hukum yang kuat, seperti Pergub No. 97/2018 tentang pembatasan sampah plastik sekali pakai dan Pergub No. 47/2019 tentang pengelolaan sampah berbasis sumber.

Namun, regulasi itu, menurutnya, tidak akan berarti tanpa implementasi nyata di masyarakat.

​”Aturan ada, tapi yang penting implementasinya. Semua harus bergerak, mulai dari rumah tangga,” tandasnya.

​Gerakan PSBS ini, lanjutnya, merupakan bagian dari Gerakan Palemahan Kedas untuk menjaga kebersihan Bali dari hulu ke hilir.

“Ini kecamatan ke-51 yang kami sambangi. November kami targetkan sosialisasi tuntas, Desember evaluasi, dan 2026 sudah masuk tahap monitoring,” papar istri Gubernur Bali Wayan Koster tersebut.

​Dalam kesempatan itu, Putri Koster juga mengajak warga mengubah stigma terhadap sampah, yakni dari barang buangan menjijikkan menjadi sesuatu yang bernilai ekonomi.

Berita Terkait:  Putri Koster: Perlindungan Endek Bali Harus Dilakukan dari Hulu hingga Hilir

Ia memperkenalkan teknologi sederhana seperti komposter dan penggunaan mikroba cair yang mampu mempercepat penguraian sampah organik tanpa menimbulkan bau.

​”Dari sampah kita bisa hasilkan pupuk cair tanpa bau. Ini cara mudah menjaga bumi tetap subur,” jelasnya.

Sebagai kawasan yang kental dengan pariwisata spiritual, Putri Koster juga menitipkan pesan khusus agar warga turut menjaga kesucian pura dan kawasan suci dari sampah.

​”Jangan tinggalkan sampah di areal pura. Kita jaga parahyangan agar taksunya tetap hidup meski pariwisata berkembang,” pesannya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Klungkung, Eva Satria, yang juga Duta PSBS Klungkung, menyatakan komitmennya untuk mengawal program ini.

​”Kami harap warga menerapkan pesan Ibu Putri di rumah masing-masing. Ini langkah bersama mewujudkan Klungkung bersih dan sehat,” kata istri Bupati Klungkung I Made Satria tersebut.

Berita Terkait:  Perkuat Penanganan Kanker Terpadu, Bupati Satria Buka Workshop Layanan Onkologi RSUD Klungkung

Di sela-sela acara, Putri Koster yang tampil anggun mengenakan tenun rangrang khas Nusa Penida, turut memuji warisan budaya lokal itu dan mendorong agar segera didaftarkan hak cipta indikasi geografisnya.

Dalam acara sosialisasi ini, turut dihadiri anggota DPRD Kabupaten Klungkung, Camat Nusa Penida I Kadek Yoga Kusuma, para perbekel dan manggala pakis se-Kecamatan Nusa Penida, serta Tim Kerja Percepatan PSBS Provinsi Bali dan masyarakat setempat.*** (dre)

 

Berita Terkini