Bali Fashion Network® 2026 Hadirkan Deretan Pembicara Inspiratif Perluas Wawasan dan Bangun Jejaring Keberlanjutan di Industri Fashion Indonesia

Foto: Bali Fashion Network® 2026 akan kembali menjadi sorotan dalam kalender fashion nasional yang digelar di International Conference Center (ICC) Bali, pada 18 Oktober 2025. (Balihotnews/ist).

Balihotnews.com | BADUNG – Bali Fashion Network® 2026 akan kembali menjadi sorotan dalam kalender fashion nasional yang digelar di International Conference Center (ICC) Bali, pada 18 Oktober 2025.

BFN 2026 ini menghadirkan deretan pembicara inspiratif dari berbagai bidang. Event ini akan menjadi wadah bagi para pelaku fashion, desainer dan pengusaha kreatif untuk memperluas wawasan, membangun jejaring, serta memperkuat komitmen terhadap keberlanjutan di industri fashion Indonesia.

Inovasi Material dan Upaya Mewujudkan Keberlanjutan dalam Fashion

Sesi pertama akan menampilkan Tommy Tjiptadjaja, Co-Founder & CEO Greenhope, yang akan membahas inovasi material ramah lingkungan sebagai solusi terhadap tantangan limbah plastik.

Greenhope merupakan perusahaan sosial teknologi yang memproduksi material berbasis sumber terbarukan seperti Oxium, Ecoplas, dan Naturloop, tiga teknologi bioplastik yang telah dipatenkan dan terbukti aman bagi lingkungan.

Berita Terkait:  8+ Ide Usaha Modal Rp 50 Ribu yang Bisa Diputar Harian, Peluang Cuan untuk Pemula, Mau Coba?

Dalam presentasinya, Tommy menekankan pentingnya tanggung jawab sosial dan peran bisnis dalam mendorong pergeseran menuju konsumsi yang lebih berkelanjutan.

Paparan berikutnya akan disampaikan oleh Ajeng R. Mahanani, Business Development Manager Textile Lenzing Group untuk kawasan Asia Tenggara dan Oseania, yang mengulas bagaimana inovasi serat berbasis selulosa mampu memperkuat ekonomi sirkular dalam industri tekstil.

Ajeng menyoroti efisiensi proses produksi, pengurangan limbah, dan upaya Lenzing menghadirkan material yang lebih transparan dari hulu ke hilir.

Selanjutnya, Kiki Chen, Global Marketing & Channel Manager of CovationBio™ Sorona®, akan memaparkan teknologi serat Sorona® yang berasal dari sumber terbarukan dan memiliki performa tinggi namun tetap ramah lingkungan.

Ia menekankan pentingnya integrasi inovasi material dalam strategi bisnis agar industri fashion dapat terus berkembang secara berkelanjutan tanpa meninggalkan nilai estetika dan fungsionalitas.

Berita Terkait:  Percepat Distribusi BBM, Gubernur Koster Terapkan WFH Tiga Hari, Dorong Operasional Depo dan SPBU 24 Jam

Kolaborasi Desainer: Menginspirasi Transformasi Industri Kreatif

Sebagai penutup rangkaian presentasi, Ali Kharisma, desainer fashion yang dikenal dengan kolaborasi lintas sektornya, akan berbagi pengalaman dalam membangun sinergi antara pelaku kreatif, produsen, dan penyedia bahan.

Melalui kisah perjalanannya di industri, Ali menyoroti pentingnya keterbukaan terhadap ide baru dan kerja sama yang saling menguatkan.

Diskusi ini dipandu oleh desainer fashion Dwi Iskandar, yang menciptakan suasana hangat dan interaktif, mendorong peserta untuk berbagi pandangan dan pengalaman mereka.

Rangkaian sesi ini akan membuktikan bahwa Bali Fashion Network® tidak hanya berperan sebagai ajang pameran, tetapi juga ruang pembelajaran yang mendorong perubahan positif di ekosistem fashion nasional.

Bali Fashion Network® 2026 akan menggabungkan wawasan global, semangat lokal, dan komitmen terhadap keberlanjutan, serta menegaskan dirinya sebagai platform strategis yang menghubungkan ide, inovasi, dan kolaborasi dalam membentuk masa depan fashion Indonesia yang lebih hijau dan berdaya saing.

Berita Terkait:  Inflasi Bali September 2026 Melandai Ditengah Penguatan Sinergi Pengendalian Inflasi 

Tentang Paramatex

Paramatex merupakan penyedia kain dan material tekstil berbasis di Bali yang berkomitmen mendukung pertumbuhan industri fashion Indonesia melalui inovasi dan keberlanjutan.

Sebagai inisiator Bali Fashion Network®, Paramatex secara konsisten menghadirkan ruang kolaborasi antara desainer, brand lokal, serta mitra industri global untuk memperkuat jejaring kreatif nasional.

Paramatex menegaskan perannya dalam memperkenalkan material ramah lingkungan dan teknologi tekstil terkini melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, seperti Greenhope, Lenzing dan Sorona.

Fokusnya tidak hanya pada kualitas produk, tetapi juga pada kontribusi nyata dalam membangun ekosistem fashion yang lebih bertanggung jawab, adaptif, dan berdaya saing di tingkat global. (red).

 

Berita Terkini