Bisnis Logistik Tanpa Ribet, Lion Parcel Buka Kesempatan Agen Baru di Bali

Agen Lion Parcel saat proses mengemas barang. (balihotnews/istimewa)
Agen Lion Parcel saat proses mengemas barang. (balihotnews/istimewa)

Balihotnews.com | DENPASAR – Di tengah tren kerja fleksibel dan keinginan masyarakat untuk punya penghasilan tambahan dari rumah, bisnis jasa pengiriman kini jadi salah satu peluang paling menjanjikan. Salah satunya datang dari Lion Parcel, perusahaan logistik yang berdiri sejak 2013 dan kini terus memperluas jaringan agennya di seluruh Indonesia, termasuk di Bali.

Menurut Firda Fitri Agustin, PR & Corporate Communications Lion Parcel, saat ini sudah ada sekitar 100 agen Lion Parcel di Bali, dan jumlahnya masih terus bertambah.

“Masih open, dan ada agen baru yang mau buka. Secara jarak syaratnya 500 meter dan inj bisa jadi bisnis sampingan masyarakat, dengan komisi 35 persen dari tarif pengiriman, kata Firda, Kamis (9/10/2025).

Dengan sistem yang mudah dan tanpa kewajiban menyetok barang, agen Lion Parcel bisa langsung beroperasi begitu lolos survei lokasi.

Modal yang dibutuhkan pun relatif kecil, hanya Rp10 juta, dan dana tersebut akan kembali dalam bentuk saldo operasional dan aset branding seperti spanduk, papan nama, dan perlengkapan usaha lainnya.

Berita Terkait:  Hobi Jadi Cuan, Ini 9+ Ide Usaha Kerajinan Tangan Minim Modal yang Menjanjikan

“Pendaftarannya bisa lewat website, cukup foto lokasi, nanti tim kami survei. Kalau sudah disetujui dan top-up, langsung bisa jalan,” jelasnya.

Menariknya, banyak agen Lion Parcel di berbagai daerah yang sudah berhasil meraih keuntungan puluhan hingga ratusan juta rupiah per bulan, terutama di kota besar seperti Jakarta dan Surabaya.

“Ada agen yang omzetnya sampai ratusan juta, terutama yang di Tanah Abang. Kalau ada agen baru, kami juga bantu bimbing supaya cepat berkembang,” ujar Firda.

Bisnis Tanpa Ribet, Dukungan Brand Kuat

Lion Parcel memberikan kemudahan bagi mitra yang ingin punya usaha tanpa harus pusing dengan stok produk atau perawatan barang. Agen cukup melayani pengiriman dan penerimaan paket, sementara sistem, tarif, dan logistik sudah dikelola oleh pusat.

Berita Terkait:  9+ Strategi Marketing Online Paling Ampuh untuk Mempromosikan Produk di Era Digital

“Agen ini ujung tombak kami. Mereka yang jadi garda depan untuk kirim dan antar paket di setiap kota,” kata Firda.

Secara nasional, Lion Parcel mengoperasikan lebih dari 3.000 armada mobil box serta pengiriman udara dan laut. Di Bali, pengiriman paling banyak berupa oleh-oleh, pakaian, kebaya, dan aksesori pribadi. Banyak juga wisatawan yang menggunakan layanan Lion Parcel untuk mengirim kelebihan bagasi ke kota asal.

Tarif pengiriman dihitung per kilogram, mulai dari Rp14.000 hingga Rp38.000, tergantung rute dan jenis layanan. Ada juga layanan cepat “Boss Pack” yang bisa sampai dalam 1-2 hari, sementara layanan reguler rata-rata memakan waktu 2–3 hari.

“Konsumen banyak yang bilang kiriman cepat sampai, padahal pengiriman menggunakan reguler pack,” tambahnya.

Lion Parcel melayani pengiriman ke seluruh Indonesia, dengan rute terpadat Denpasar–Jakarta, Surabaya, dan Kupang. Untuk pengiriman internasional, dari Bali paling banyak menuju Singapura, Malaysia, dan Australia, dengan tren yang terus meningkat seiring naiknya aktivitas pariwisata.

Berita Terkait:  Simak Cara Promosi Penjualan Makanan yang Efektif dan Pasti Laku, Strategi Tepat Sasaran!

Meski kerap menghadapi kendala geografis, terutama di daerah terpencil dan kepulauan, Lion Parcel memiliki sistem notifikasi otomatis untuk pelanggan jika terjadi keterlambatan karena faktor alam.

“Kalau ada kendala seperti gunung meletus atau banjir, kami langsung kirim alert notifikasi ke konsumen. Paket juga bisa dilacak lewat website. Kalau ada asuransi dan barang hilang, kami bantu penggantian sesuai regulasi,” tutup Firda.

Ke depan, Lion Parcel menargetkan menambah agen baru di wilayah Karangasem dan Singaraja, karena saat ini masih terpusat di Badung dan Gianyar. Dengan potensi pasar besar dari wisatawan dan UMKM lokal, bisnis agen pengiriman ini dinilai sangat prospektif di Bali. (rhm)

Berita Terkini