Dana Sukarela ASN Pemprov Bali Capai Rp 2,5 Miliar, Siap Disalurkan untuk Korban Bencana

Pemberian hasil donasi kepada warga terdampak oleh Gubernur Bali Wayan Koster. (balihotnews/pemprovbali)
Pemberian hasil donasi kepada warga terdampak oleh Gubernur Bali Wayan Koster. (balihotnews/pemprovbali)

Balihotnews.com | DENPASAR – Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali berhasil menggalang donasi kemanusiaan secara sukarela dengan total mencapai Rp 2,53 miliar.

Donasi ini ditujukan untuk membantu warga yang terdampak banjir besar pada 10 September 2025 lalu.

Sekretaris Daerah (Sekda) Bali, Dewa Made Indra, pada Kamis (18/9/2025) menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan bentuk kepedulian sosial sekaligus menghidupkan kembali semangat gotong royong di kalangan pegawai.

“Hingga kini dana sukarela gotong royong ASN telah terkumpul Rp 2.534.820.000 dan sudah disalurkan sebesar Rp 390.000.000,” ujar Dewa Indra.

Dana tersebut diperuntukkan bagi masyarakat yang kehilangan anggota keluarga, mengalami kerusakan rumah, maupun kehilangan sarana ekonomi akibat bencana.

Berita Terkait:  Wagub Giri Prasta Hadiri Pemelaspasan Pura Lempuyang Madya Ajak Umat Perkuat Semangat Menyama Braya dan Lestarikan Tradisi Bali

Selain itu, dana juga akan dipakai untuk mengantisipasi potensi bencana lain pada puncak musim hujan November 2025 hingga Februari 2026.

“Dana gotong royong pegawai ini juga akan disiapkan untuk mengantisipasi bencana-bencana yang kemungkinan bisa terjadi di musim hujan,” tambahnya.

Donasi Bersifat Tidak Wajib

Sebagai pedoman, Pemprov Bali menetapkan acuan nominal donasi sesuai jabatan dan penghasilan. Gubernur Bali memberikan Rp 50 juta, Wakil Gubernur Rp 25 juta, dan Sekda Rp 3 juta. Besaran iuran ASN lainnya berkisar antara Rp 150 ribu hingga Rp 2,5 juta, sementara pelaksana golongan rendah menyumbang Rp 200 ribu–Rp 300 ribu.

“Besaran tersebut hanya sebagai pedoman saja. Para pegawai dipersilahkan untuk bergotong royong lebih dari acuan, sesuai acuan, lebih rendah dari acuan, atau bahkan tidak ikut bergotong royong karena bersifat sukarela,” tegas Dewa Indra.

Berita Terkait:  Bupati Satria Tekankan Kerukunan pada Deklarasi Damai Pilperkel Serentak 2026

Ia menambahkan, dana gotong royong ini lebih fleksibel dibandingkan dana APBD karena dapat segera disalurkan tanpa harus melalui prosedur birokrasi yang panjang.

“Jadi, himbauan Gubernur Bali kepada para pegawai ini sangat tepat dan sangat baik, karena dengan cepat bisa membantu masyarakat terdampak bencana. Di satu sisi tumbuh kepekaan, kepedulian, empati para pegawai serta lestarinya semangat gotong royong di tengah masyarakat,” jelasnya.

Sebagai teladan, Gubernur Bali Wayan Koster, Wakil Gubernur, dan Sekda menjadi yang pertama menyampaikan donasi. (red)

Berita Terkini