Banjir Bali Reda, Posko Lintas Iman Tinggalkan Jejak Kemanusiaan

Foto: Para Ketua OKP lintas iman di Bali berfoto bersama di Posko Kemanusiaan Lintas Iman, simbol persatuan dan solidaritas untuk korban banjir, Rabu, 17 September 2025. (Balihotnews/Ist).

Balihotnews.com | DENPASAR – Setelah tujuh hari penuh bergelut di medan bencana, Posko Kemanusiaan Respon Cepat Tanggap Darurat Lintas Iman untuk korban banjir Bali resmi menutup operasinya pada Rabu, 17 September 2025.

Posko yang berpusat di Sekretariat PWNU, Jalan Pura Demak II, Denpasar ini tak hanya menjadi pusat distribusi bantuan. Ia menjelma ruang persaudaraan, tempat sekat iman dan identitas melebur dalam satu bahasa bersama: kemanusiaan.

Para ketua organisasi kepemudaan lintas iman, mulai dari GP Ansor, Pemuda Muhammadiyah, Pemuda Katolik, PERADAH, GAMKI, hingga PATRIA, hadir bersama relawan, donatur, dan warga terdampak. Mereka menutup posko bukan dengan kesedihan, melainkan dengan perayaan solidaritas.

“Posko ini bukti nyata bahwa kemanusiaan adalah agama kita bersama. Perbedaan luruh menjadi kekuatan untuk menolong sesama,” ujar Ketua Pemuda Katolik Bali, Yogaswara Putra Utama.

Berita Terkait:  Rumah Tempat Pemotongan Ayam di Denpasar Terbakar, Kerugian Capai Rp300 Juta

Ungkapan syukur dan terima kasih bergema dari semua sisi. Ketua GP Ansor Bali, H. Tommy Reza, menyebut setiap bungkus mi instan, setiap helai pakaian, hingga setiap tetes keringat relawan sebagai bahan bakar harapan bagi para korban.

“Kami haturkan terima kasih tak terhingga. Bantuan yang datang adalah pesan kuat bahwa para korban tidak sendirian,” ujarnya.

Nada senada dilontarkan Ketua PERADAH Bali, Gusde, serta Ketua Pemuda Muhammadiyah, Abdillah. Mereka menekankan dedikasi para relawan yang tanpa lelah menembus lumpur dan genangan air. “Merekalah wajah sejati gotong royong Bali,” kata mereka.

Selama sepekan beroperasi, posko ini menyalurkan makanan siap saji, sembako, kasur, bantal, air bersih, pakaian layak, hingga obat-obatan. Tak hanya itu, relawan juga turun langsung membantu warga membersihkan rumah dari sisa-sisa banjir.

Berita Terkait:  Tinjau Lokasi Kebakaran di Desa Negari, Wabup Tjok Surya Serahkan Bantuan Sosial

Meski posko resmi ditutup, pesan kebersamaan tak ikut berakhir. Ketua GAMKI Bali, Glori, menegaskan perjuangan lintas iman ini memasuki babak baru.

“Ini bukan akhir, melainkan awal fase pemulihan. Kami akan terus mendampingi hingga semua kembali pulih,” katanya.

Banjir besar sebelumnya melanda enam kabupaten/kota di Bali akibat hujan ekstrem sejak 9 hingga 10 September 2025. Luapan sungai dan drainase yang tak sanggup menampung debit air merendam ratusan rumah, pasar, dan jalan utama, meninggalkan luka mendalam bagi warga.

Di tengah kepungan bencana itu, aksi nyata para pemuda lintas iman menjadi oase. Mereka membuktikan, hadirnya persatuan adalah kunci melampaui setiap tantangan. (dre).

 

Berita Terkait:  Pemotor Tewas Terlindas Truk Saat Mendahului di Jimbaran

Berita Terkini