474 Kios dan Ruko Terdampak Banjir Dihitung Nilai Kerugian

Foto: Gubernur Bali Wayan Koster saat diwawancarai di Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejsti) Bali, Kamis, 11 September 2025.(Balihotnews/Ian).

Balihotnews.com | DENPASAR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali terus melakukan upaya penanganan pasca banjir bandang yang melanda beberapa wilayah di Bali kemarin lalu, termasuk di Pasar Kumbasari dan Pasar Badung.

Hingga saat ini, Pemprov Bali sedang berupaya membersihkan sisa-sisa sampah, menyedot genangan air dan menghitung kerugian pedagang, akibat bencana tersebut.

Gubernur Bali, Wayan Koster menyampaikan bahwa pihaknya telah mengerahkan belasan mesin penyedot untuk mengatasi genangan di area parkir Pasar Badung.

“Penyedotan air di lantai parkir Pasar Badung dilakukan dengan menggunakan 18 mesin penyedot. Mudah-mudahan sore ini semuanya bisa diselesaikan, ” kata Gubernur Koster.

Ia juga mengatakan bahwa sejumlah infrastruktur seperti jembatan dan jalan yang mengalami kerusakan juga akan segera diperbaiki.

Berita Terkait:  Hari Kelima Pencarian, Penumpang KMP Cemerlang yang Jatuh ke Laut Ditemukan 

“Kerugian sedang dihitung. Kerugian yang utama adalah karena ini pedagang ya peralatan yang hanyut dan rusak. Ada meja, kursi, mesin hitung dan lain-lain, kemudian barang-barang jualannya juga ada kain, buah sayur dan lainnya,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Gubernur Koster menerangkan bahwa sejumlah kerugian yang dialami warga sedang dihitung dan sekitar 474 kios plus ruko nanti akan diselesaikan semua.

“Ada sharing APBN menangani infrastrukturnya kemudian ganti rugi untuk para pedagang itu akan ditangani Pemprov Bali dan Kota Denpasar,” terangnya.

Selain itu, Gubernur Koster juga menjelaskan bahwa untuk anggarannya masih dihitung.

“APBD Bali ada namanya belanja tak terduga, Denpasar juga punya tetapi tetapkan dulu status tanggap darurat. Setelah itu dananya baru direalisasikan,” jelasnya.

Berita Terkait:  Penumpang KMP Cemerlang 55 Jatuh di Perairan Pelabuhan Gilimanuk 

Gubernur Koster juga memastikan bahwa untuk bangunan yang sudah rubuh akan dibangun kembali dan akan dibantu. Apakah nanti dananya dari APBN atau APBD prinsipnya akan dibangun kembali.

“Karena ini milik pribadi ya itu mungkin kita tidak bantu sepenuhnya,” kata Gubernur Koster.

Gubernur Koster juga menyoroti sejumlah bangunan yang berada titik lokasi banjir tersebut menyalahi aturan, karena dibangun melebihi sempadan sungai.

“Nanti kalo dibangun kembali tidak boleh melebihi itu,” tegasnya.

Ia juga menegaskan agar secepat mungkin ini bisa diselesaikan. “Tetapi, untuk konstruksi ngga bisa cepat, tetapi dananya sudah siap,” tandas Gubernur Koster.

Kemudian Gubernur Koster juga, menyampaikan bahwa untuk saat ini pengungsi sudah tertangani dengan baik.

Berita Terkait:  Pergi Mencari Pakan Ternak, Suriata Ditemukan tak Bernyawa 

“Kebetulan ditampung di Bale Banjar dan Wali Kota telah mengambil langkah-langkah, memberikan makanan, minuman, selimut, dan segala macam,” tutupnya. (Ian).

Berita Terkini