Balihotnews.com | KLUNGKUNG – Pelantikan Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Klungkung masa bakti 2025-2028 menjadi momentum penting bagi kebangkitan wirausaha muda di daerah.
Acara berlangsung di Taman Alit Event Space by Dian’s Garden, Desa Gelgel, Klungkung, Kamis (28/8/2025), dihadiri Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra, serta sejumlah tokoh penting.
Kepengurusan baru BPC HIPMI Klungkung resmi dikukuhkan oleh Ketua Umum BPD HIPMI Bali, Agung Bagus Pratiksa Linggih. Dengan mengusung tema “Suksma Leluhur”, HIPMI Klungkung menekankan bahwa setiap langkah pembangunan harus berlandaskan doa, restu, serta nilai luhur dari para pendahulu.
Dalam sambutannya, Wabup Tjok Surya menegaskan pentingnya peran HIPMI dalam mencetak generasi muda yang berdaya saing. Ia juga mengajak agar organisasi ini mampu menarik pengusaha muda untuk berkolaborasi dan berinvestasi di Klungkung.
“Kami percaya, generasi muda pengusaha Klungkung memiliki kapasitas untuk bersaing secara sehat dengan menjunjung tinggi kejujuran, mengutamakan transparansi, serta menghadirkan kualitas terbaik,” ujar Tjok Surya.
Ia menambahkan, HIPMI diharapkan tidak hanya menumbuhkan semangat kewirausahaan, tetapi juga bersinergi mendukung pembangunan yang harmonis, tenteram, dan makmur.
Sementara itu, Ketua Panitia I Kadek Dwipaya menekankan bahwa tema “Suksma Leluhur” adalah pengingat untuk tidak melupakan akar budaya dalam berwirausaha.
“Menjadi pengusaha muda bukan sekadar membangun usaha. Ini tentang merawat jejak leluhur, menjaga jati diri, lalu menghadirkan inovasi untuk menjawab tantangan zaman. Dari Klungkung, kami ingin menunjukkan bahwa anak muda bisa tangguh, bisa berintegritas, dan bisa memberi manfaat lebih luas untuk Bali dan Indonesia,” ujar Dwipayana.
Hadir pula dalam acara ini DPRD Provinsi Bali Dapil Klungkung I Nyoman Suwirta, Forkopimda Klungkung, Wakil Ketua DPRD Klungkung Tjokorda Gede Agung, serta undangan lainnya.
Pelantikan ini menjadi simbol semangat baru bagi para pengusaha muda Klungkung untuk membangun jejaring bisnis, memperkuat ekonomi lokal, sekaligus menjaga nilai budaya sebagai fondasi. (red)





