Validasi Data Warga Binaan, Lapas Kerobokan Dorong Akses Jaminan Sosial dan Hak Sipil

Foto: Lapas Kerobokan menggelar perekaman data biometrik di Aula Bisma, Senin, 27 April 2026. (Balihotnews/ist).

Balihotnews.com | BADUNG –  Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kerobokan terus memperkuat pemenuhan hak dasar warga binaan melalui validasi identitas kependudukan. Langkah ini menjadi kunci penting dalam membuka akses terhadap jaminan sosial dan hak konstitusional.

Validitas data Nomor Induk Kependudukan (NIK) dinilai sebagai pintu utama bagi warga binaan untuk mendapatkan layanan dasar, termasuk program bantuan pemerintah. Upaya ini juga sejalan dengan poin ke-13 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) Tahun 2026 terkait layanan kesehatan gratis berbasis data akurat.

Sebagai tindak lanjut arahan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas), Lapas Kerobokan menggelar perekaman data biometrik di Aula Bisma, Senin, 27 April 2026.

Berita Terkait:  Pertamina Janji Sehari Tak Kelar, Koster Datangi Direktur Pertamina di Sanggaran

Kegiatan ini terlaksana melalui kerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Denpasar dan Kabupaten Badung.

Sebanyak 55 warga binaan menjadi sasaran dalam kegiatan ini. Dari jumlah tersebut, 51 orang berhasil tervalidasi, sementara 4 orang lainnya akan menjalani perekaman ulang karena belum pernah memiliki KTP elektronik.

“Kami berkomitmen memberikan kepastian hukum agar mereka tetap berdaya melalui akses layanan dasar yang inklusif,” tegas Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIA Kerobokan, Hudi Ismono.

Validasi identitas ini tidak hanya berdampak administratif, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemasyarakatan yang lebih humanis. Pengakuan terhadap identitas warga binaan dinilai sebagai bentuk penghormatan terhadap martabat kemanusiaan selama proses pembinaan berlangsung.

Berita Terkait:  Pekerja Wajib Tahu! 10 Poin Baru dalam UU Pelindungan Ketenagakerjaan 

Secara terpisah, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Bali, Decky Nurmansyah, mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan jajaran Lapas Kerobokan. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi lintas instansi dalam mewujudkan sistem pemasyarakatan yang transparan dan akuntabel.

Menurutnya, integrasi data yang akurat akan membuka peluang lebih besar bagi warga binaan untuk kembali berkontribusi di masyarakat setelah menjalani masa pembinaan.

Dengan langkah ini, Lapas Kerobokan menunjukkan komitmen dalam menghadirkan layanan yang inklusif sekaligus mendorong optimisme baru bagi warga binaan menuju kehidupan yang lebih baik. (red).

Berita Terkini