SAE Lembah Hijau Antarkan Kalapas Kerobokan Ukir Prestasi Nasional di Samarinda

Foto: Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Kerobokan, Hudi Ismono berhasil meraih Prestasi Istimewa Peringkat V pada Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XXV Tahun 2025. (Balihotnews/ist).

Balihotnews.com | SAMARINDA – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Kerobokan, Hudi Ismono, kembali mengharumkan nama jajaran pemasyarakatan setelah berhasil meraih Prestasi Istimewa Peringkat V pada Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XXV Tahun 2025. Penghargaan bergengsi dari Lembaga Administrasi Negara (LAN) tersebut diterima di Samarinda pada 28 November 2025.

Keberhasilan ini menjadi bukti pengakuan nasional atas kapasitas kepemimpinan Hudi Ismono, sekaligus menegaskan kualitas sumber daya manusia di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Dalam piagam penghargaan yang diterimanya, prestasi tersebut disebut sebagai bentuk pencapaian luar biasa selama mengikuti pelatihan.

Inovasi yang mengantarkan Hudi Ismono meraih prestasi tersebut adalah proyek perubahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) “Lembah Hijau”, sebuah program terpadu yang fokus pada peningkatan pembinaan kemandirian warga binaan.

Berita Terkait:  Pekerja Wajib Tahu! 10 Poin Baru dalam UU Pelindungan Ketenagakerjaan 

SAE Lembah Hijau menggabungkan sektor pertanian, perikanan, perkebunan, dan peternakan dalam satu sistem holistik meskipun berada dalam keterbatasan lahan dan fasilitas.

Melalui program ini, lahan tak produktif di kawasan Lapas diubah menjadi pusat edukasi dan produksi kreatif, sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional. Inisiatif tersebut juga membuka ruang bagi warga binaan untuk mengasah keterampilan hidup yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke masyarakat.

Kesuksesan SAE Lembah Hijau kini menjadi contoh konkrit bahwa inovasi pelayanan publik dapat diwujudkan melalui pendekatan yang berkelanjutan dan berdampak langsung. Program ini diharapkan dapat terus dikembangkan serta menjadi inspirasi bagi Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di seluruh Indonesia dalam menciptakan pembinaan yang lebih manusiawi, produktif dan adaptif. (red).

Berita Terkait:  Melihat Berakhirnya PHDI Menuju MAHASABHA XIII, KMHDI Buleleng Soroti Ruang Anak Muda dan Persoalan Umat

 

Berita Terkini