Ratusan Siswa SD se-Bali Unjuk Gigi di Lomba Mewarnai PKB 2026

Sejumlah siswa SD se-Bali mengikuti kompetis lomba mewarnai pada ajang Pesta Kesenian Bali 2026 di Gedung Museum Mahudara Mandara Giri Bhuwana, Art Center, Denpasar, Minggu (14/6/2026). (Balihotnews/red)
Sejumlah siswa SD se-Bali mengikuti kompetis lomba mewarnai pada ajang Pesta Kesenian Bali 2026 di Gedung Museum Mahudara Mandara Giri Bhuwana, Art Center, Denpasar, Minggu (14/6/2026). (Balihotnews/red)

Balihotnews.com | DENPASAR – Sebanyak 132 siswa Sekolah Dasar (SD) dari seluruh kabupaten/kota di Bali unjuk gigi dalam Wimbakara (Lomba) Mewarnai Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026. Kompetisi sengit ini digelar di Gedung Museum Mahudara Mandara Giri Bhuwana, Taman Budaya Art Center, Denpasar, Minggu (14/6/2026).

​Pantauan di lokasi, para peserta didik kelas I hingga III SD ini tampak antusias menggoreskan warna di atas kertas yang disediakan panitia. Dari total peserta, Kabupaten Badung mengirimkan 26 perwakilan terbaiknya untuk merebut gelar juara pada hari kedua pelaksanaan PKB tersebut.

​Ketua Dewan Juri Lomba Mewarnai PKB XLVIII, Dewa Putu Gede Budiarta, mengungkapkan ajang ini merupakan agenda tahunan yang konsisten digelar. Berbeda dari sebelumnya, tahun ini kompetisi sengaja menyasar kelas rendah guna pemerataan kesempatan.

Berita Terkait:  Gubernur Koster Minta Pertamina Bergerak Cepat Perkuat Pasokan dan Distribusi BBM di Bali

​”Tahun ini pesertanya siswa SD kelas I sampai III agar kesempatan berpartisipasi bisa lebih bergilir,” kata Dewa Budiarta di lokasi lomba, Minggu (14/6/2026).

​Dewa Budiarta menjelaskan, materi lomba tahun ini berpijak pada tema besar PKB XLVIII, yakni ‘Atma Kerthi: Jiwa Sidha Parisudha’. Panitia menyiapkan gambar dasar yang wajib diselesaikan oleh peserta dalam durasi waktu maksimal tiga jam.

​Ada tiga aspek utama yang menjadi parameter penilaian juri. Mulai dari kesesuaian dengan tema besar, kreativitas pengerjaan, hingga keharmonisan warna.

​”Kreativitas jadi poin krusial. Bagaimana anak-anak mengolah warna, menambah elemen pendukung, serta menjaga kebersihan dan kerapian karya mereka,” imbuhnya.

​Tim penilai kompetisi ini melibatkan akademisi dari Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar. Selain Dewa Budiarta, ada Ni Made Purnami Utami dan I Made Ruta yang bertindak sebagai dewan juri.

Berita Terkait:  Mutasi Besar Polri: Kapolri Tunjuk Brigjen Pasma Royce Jadi Kapolda Bali

​Nantinya, panitia akan menyaring enam karya terbaik untuk memperebutkan Juara I, II, III, serta Juara Harapan I, II, dan III.

​”Selain menjadi ajang mengembangkan bakat, penghargaan ini diharapkan jadi motivasi bagi anak-anak untuk terus berkarya,” tegasnya.

​Antusiasme Orang Tua

​Kendati panitia awalnya hanya menargetkan 200 peserta, total pendaftar yang masuk hingga menit terakhir mencapai lebih dari 180 anak, dengan 132 di antaranya hadir berkompetisi di arena.

​Ajang bergengsi ini mendapat apresiasi positif dari para orang tua. Salah satunya Komang Tri Jayanthi, orang tua dari siswi SD Imanuel Dalung asal Desa Buduk, Badung. Ia mengaku bangga putrinya bisa tampil percaya diri di panggung PKB.

Berita Terkait:  Pemkab Klungkung Gandeng Korea Selatan Wujudkan Transisi Energi dan Nusa Penida Green Island 2030

​”Harapan kami kegiatan seperti ini terus dilaksanakan untuk mengembangkan bakat dan minat anak-anak, khususnya di bidang seni,” tutur Komang Tri.

​Terkait hasil akhir, Komang Tri menyerahkan sepenuhnya kepada keputusan dewan juri yang dinilainya sangat profesional.

​”Apapun hasilnya nanti, tentu itu merupakan hasil terbaik sesuai penilaian yang telah dilakukan,” pungkasnya.*** (dre)

Berita Terkini