PLN Pastikan Keandalan Listrik Bali Selama Masa Transisi Energi

Audiensi antara Pemerintah Provinsi Bali dan jajaran PLN di Jaya Sabha, Denpasar, Rabu (29/7).

Balihotnews com l DENPASAR- PT PLN (Persero) memastikan keandalan pasokan listrik di Bali tetap terjaga selama masa transisi menuju sistem kelistrikan yang lebih bersih. Untuk menjaga keamanan pasokan listrik di tengah pertumbuhan kebutuhan energi dan aktivitas pariwisata, pengoperasian PLTD sewa dilakukan secara terbatas, selektif, dan hanya sebagai solusi sementara hingga pembangkit permanen mulai beroperasi.

Komitmen tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam audiensi antara Pemerintah Provinsi Bali dan jajaran PLN di Jaya Sabha, Denpasar, Rabu (29/7). Pertemuan membahas langkah bersama dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan Bali sekaligus mendukung percepatan transisi energi menuju pembangkit yang lebih ramah lingkungan.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Bali I Wayan Koster menekankan pentingnya menjaga keandalan sistem kelistrikan tanpa mengesampingkan aspek lingkungan dan sosial. Pemerintah Provinsi Bali mengharapkan pengoperasian PLTD sewa dilakukan secara terbatas, selektif, dan terkendali dengan pola operasi yang disesuaikan terhadap kebutuhan keandalan sistem kelistrikan Bali, sehingga tetap mampu mendukung aktivitas masyarakat dan sektor pariwisata.

Berita Terkait:  Monitoring Pembangunan Daerah di Kecamatan Klungkung dan Dawan, Bupati Satria Apresiasi Capaian Proyek Fisik Tepat Waktu dan Berkualitas

Selain itu, Pemerintah Provinsi Bali juga meminta PLN terus memperhatikan dampak lingkungan dan sosial dari operasional pembangkit dengan memastikan seluruh kegiatan memenuhi baku mutu yang berlaku serta memperkuat komunikasi dan pendekatan kepada masyarakat terdampak.

Menanggapi hal tersebut, Senior Manager PT PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Bali Made Harta Yasa menyampaikan bahwa berdasarkan informasi dari Direktur Operasi PT PLN Indonesia Power, pengoperasian PLTD sewa merupakan langkah mitigasi sementara untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan Bali. Pengoperasian tersebut akan berlangsung hingga pembangkit permanen yang telah direncanakan dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) mulai beroperasi secara bertahap pada 2027 dan 2030.

Berita Terkait:  Stok BBM Bali Ditambah, Antrean Kendaraan di SPBU Denpasar dan Badung Masih Mengular

General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Bali Ajrun Karim mengatakan PLN berkomitmen menjaga keandalan pasokan listrik bagi masyarakat Bali selama proses transisi menuju sistem kelistrikan yang lebih hijau.

“PLN mendukung penuh arah kebijakan Pemerintah Provinsi Bali dalam mewujudkan sistem energi yang lebih bersih. Selama masa transisi tersebut, kami akan terus memastikan pasokan listrik tetap andal melalui pengoperasian sistem yang sesuai kebutuhan, sekaligus mempercepat pengembangan infrastruktur kelistrikan yang lebih ramah lingkungan sebagaimana telah direncanakan dalam RUPTL,” ujar Ajrun.

Ajrun menambahkan, koordinasi yang erat antara PLN, Pemerintah Provinsi Bali, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam menjaga keseimbangan antara keandalan pasokan listrik, perlindungan lingkungan, serta keberlanjutan pembangunan daerah.

Berita Terkait:  Gubernur Koster Sambut Empat Menteri Republik Demokratik Timor Leste Beserta Delegasi Bali-Timor Leste Business Forum

Melalui sinergi tersebut, PLN optimistis mampu menjaga keandalan sistem kelistrikan Bali sekaligus mendukung percepatan transisi energi yang berkelanjutan demi memenuhi kebutuhan listrik masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi Pulau Dewata. (Bhn)

Berita Terkini