Pengabdian Elashinta dan Imadya: Kartini Modern PLN yang Terangi Bali Tanpa Lelah

(balihotnews/dir)

Balihotnews.com | DENPASAR – Di balik gemerlap Bali yang tak pernah tidur, ada sosok-sosok tangguh yang memastikan kehidupan tetap berjalan lancar. Elashinta, Manager PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Bali Utara, dan Imadya Nareswari, Manager UP3 Bali Timur, adalah dua Kartini masa kini yang mengorbankan kenyamanan pribadi demi menjaga aliran listrik bagi jutaan masyarakat Bali.

Dalam momen spesial seperti Lebaran atau malam pergantian tahun, saat sebagian besar keluarga berkumpul, mereka justru berada di garis depan pelayanan.

“Pernah di momen Lebaran, ketika semua keluarga berkumpul, saya harus tetap siaga memastikan listrik tetap andal agar tak ada gangguan listrik di sisi pelanggan,” kenang Elashinta.

Berita Terkait:  Kanwil DJP Bali Serahkan Tersangka Pidana di Bidang Perpajakan

Sementara Imadya mengenang malam tahun baru di posko siaga, mengawasi pasokan listrik agar tetap stabil bagi masyarakat yang merayakan.

“Malam tahun baru, saat suara kembang api memenuhi udara, saya justru berada di posko siaga untuk memastikan tak ada pemadaman yang mengganggu kebahagiaan masyarakat.”

Bagi mereka, tanggung jawab di dunia ketenagalistrikan bukan sekadar pekerjaan, tapi bentuk pengabdian kepada bangsa.

“Kami sadar, listrik adalah denyut nadi kehidupan modern. Tanpa listrik, banyak aktivitas penting terhenti,” kata Imadya.

Meski harus melewatkan momen-momen berharga bersama keluarga, mereka tetap menjalankan tugas dengan sepenuh hati.

“Hidup jauh dari keluarga demi mengabdi kepada negara adalah pilihan yang saya ambil, sehingga ada momen-momen penting keluarga yang tak jarang dilewatkan,” cerita Imadya dengan senyum penuh semangat.

Berita Terkait:  Gubernur Koster Ingatkan Gunakan Aksara Bali, Semua Pihak Diberi Waktu hingga April 2027

Elashinta menambahkan, “Tapi saya selalu berusaha menjelaskan bahwa ini adalah bentuk pelayanan kami kepada banyak keluarga lain.”

Tak hanya fokus pada pelayanan teknis, Elashinta dan Imadya juga aktif mendorong partisipasi perempuan di sektor teknik yang selama ini dianggap dunia laki-laki.

“Kami ingin mematahkan stigma bahwa dunia teknik adalah dominasi laki-laki,” tegas Imadya. Elashinta menambahkan, “Sebagai perempuan, kita justru memiliki kepekaan khusus dalam memahami kebutuhan pelanggan.”

Mereka menjadi inspirasi nyata bahwa perempuan bisa hadir sebagai pemimpin sekaligus pelayan publik yang andal. Bagi keduanya, hari-hari terbaik adalah saat semuanya berjalan lancar.

“Melihat masyarakat bisa beraktivitas dengan lancar, anak-anak bisa belajar dengan nyaman, itu kebahagiaan yang tak ternilai,” kata Imadya penuh syukur.

Berita Terkait:  Gubernur Koster dan Kapolda Bali Perkuat Sinergi Percepatan Distribusi BBM

Elashinta menyempurnakan, “Kami tidak hanya menjaga aliran listrik, tetapi juga menjaga kepercayaan masyarakat.”

Semangat tanpa pamrih Elashinta dan Imadya menjadi cerminan Kartini era digital, menerangi bukan hanya rumah, tetapi juga harapan dan masa depan perempuan Indonesia di dunia teknik. (dir)

Berita Terkini