Pemerintah Indonesia Monitoring Kedatangan Turis Berdampak Transit di Timur Tengah Akibat Perang Iran-Israel

Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Enik Ermawati atau yang lebih dikenal dengan nama Ni Luh Puspa. (Istimewa)

Balihotnews.com | DENPASAR – Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Enik Ermawati atau yang lebih dikenal dengan nama Ni Luh Puspa mengatakan, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pariwisata terus melakukan monitoring terhadap kedatangan turis asing terutama yang berdampak langsung dengan transit penerbangan melalui Timur Tengah dan sekitarnya.

“Pemerintah terus melakukan monitoring dampak kondisi kedatangan turis yang melakukan transit penerbangan melalui Timur Tengah dan sekitarnya. Sebab, kondisi ini bukan hanya terjadi di Indonesia saja, tetapi juga di beberapa negara lainnya. Sebagaimana disampaikan Presiden Prabowo Subianto, kita berharap situasi segera normal, konflik dihentikan dan perdamaian segera terwujud,” terangnya di Denpasar, Jumat, 27 Juni 2025.

Ia menegaskan, dampak tersebut disebabkan perubahan rute penerbangan yang mengakibatkan adanya penambahan biaya saat menuju ke Bali dan Indonesia.

Berita Terkait:  Gubernur Koster Sambut Empat Menteri Republik Demokratik Timor Leste Beserta Delegasi Bali-Timor Leste Business Forum

Untuk dampak memang belum terasa namun suatu hari bila kondisi konflik terus berlangsung maka akan terasa. Perubahan rute dan jadwal akan menambah beban biaya sehingga hampir dipastikan akan ada pembatalan kedatangan ke Indonesia.

“Saat ini, kami terus berdiskusi dan berkoodinasi lintas instansi, agar target kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia sebanyak 14,6 juta bisa tercapai,” ujarnya.

Ia juga menyebutkan salah satu dampak yang sudah dirasakan adalah pembatalan penerbangan Qatar Airways rute Denpasar-Doha tiga hari lalu.

Namun kondisi ini akan segera pulih karena perdamaian sudah dimulai. Ancaman perang dunia ketiga dipastikan tidak akan terjadi.

Semoga dampak dari perdamaian Iran-Israel bisa menjadi titik balik pariwisata Indonesia. Sebab, banyak turis yang sebelumnya batal bisa menjadwal ulang perjalanan ke Indonesia dan Bali.

Berita Terkait:  Berikut Cara Memadukan Promosi Online dan Offline, Strategi Efektif untuk Meningkatkan Penjualan

Ia optimis, sekalipun banyak isu negatif tentang Bali namun daya tarik pariwisata budaya Bali tetap akan menghipnotis para turis dari berbagai negara di dunia. (nol)

Berita Terkini