Balihotnews.com | KLUNGKUNG – Pemerintah Kabupaten Klungkung menunjukkan komitmen kuat dalam menangani persoalan sampah meskipun menghadapi kondisi anggaran yang defisit. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah mengalokasikan dana Bantuan Keuangan Khusus (BKK) untuk mendukung pengelolaan sampah di desa-desa.
Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Klungkung, I Made Satria didampingi Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra, saat memberikan arahan kepada seluruh jajaran pemerintah desa di Ruang Rapat Praja Mandala Kantor Bupati Klungkung, Selasa, 2 Juni 2026.
Sebanyak 42 desa yang mengelola Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) menerima dana BKK masing-masing sebesar Rp200 juta. Total bantuan yang disalurkan mencapai Rp8,4 miliar sebagai bagian dari strategi memperkuat pengelolaan sampah berbasis sumber atau dari tingkat rumah tangga dan desa.
Menurut Bupati Satria, pengelolaan sampah tidak cukup hanya mengandalkan teknologi di hilir. Perubahan pola pikir masyarakat dan tata kelola yang kuat di tingkat desa menjadi faktor utama keberhasilan penanganan sampah secara berkelanjutan.
“Permasalahan sampah tidak akan selesai jika kita hanya mengandalkan teknologi di hilir. Kuncinya ada pada kesadaran kolektif dan penguatan tata kelola di tingkat desa. Dana BKK ini harus menjadi stimulus perubahan perilaku masyarakat untuk mulai memilah sampah dari rumah,” kata Bupati Satria.
Pemkab Klungkung juga terus memperkuat sistem pengolahan sampah melalui optimalisasi TOSS Center Karangdadi Kusamba. Fasilitas tersebut saat ini dikembangkan dengan dukungan teknologi modern, termasuk pyrolysis dan pengolahan sampah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF).
Teknologi pirolisis yang diperkenalkan pemerintah daerah dinilai mampu menjadi solusi pengurangan volume sampah secara signifikan. Melalui proses dekomposisi termal tanpa oksigen, sampah dapat diolah menjadi produk bernilai guna seperti arang yang berpotensi dimanfaatkan kembali.
Selain meningkatkan kapasitas pengolahan, pemerintah daerah juga mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam memilah sampah sejak dari rumah. Upaya tersebut diharapkan mampu menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan.
“Saya berharap masyarakat juga semakin bersemangat dalam memilah sampah dari rumah. Teknologi sudah ada, dukungan pemerintah siap, sekarang tinggal sinergi kita dan paling penting tingkatkan kesadaran bersama untuk mewujudkan Klungkung bersih dan asri,” pungkasnya.
Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra, turut mengingatkan seluruh kepala desa agar memanfaatkan dana BKK secara optimal dan bertanggung jawab. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antar desa untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah yang telah dibangun pemerintah daerah.
“Jadi, melalui pertemuan ini Kepala Desa agar bersama-sama bersinergi dan berkolaborasi terutama dalam hal terpenting tolong gunakan anggaran dana ini dengan rasa tanggung jawab untuk mengelola sampah dengan sebaik-baiknya,” harapnya.
Dengan dukungan pendanaan, penguatan teknologi, serta keterlibatan masyarakat, Pemkab Klungkung optimistis target mewujudkan lingkungan yang bersih dan pengelolaan sampah berbasis desa dapat tercapai secara bertahap. (red).





