Lapas Kerobokan Gandeng Yayasan Spirit Paramacitta dan The Lighthouse Bali Perkuat Layanan ODHIV

Foto: Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kerobokan resmi menjalin sinergi strategis dengan Yayasan Spirit Paramacitta dan The Lighthouse Bali di Aula Gedung Utama Lapas Kerobokan, Selasa, 24 Pebruari 2026. (Balihotnews/ist).

Balihotnews.com | DENPASAR – Transformasi layanan kesehatan di lingkungan pemasyarakatan Bali terus diperkuat. Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kerobokan resmi menjalin sinergi strategis dengan Yayasan Spirit Paramacitta dan The Lighthouse Bali dengan melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama di Aula Gedung Utama Lapas Kerobokan, Selasa, 24 Pebruari 2026.

Hal tersebut dilakukan guna mengoptimalkan layanan rujukan kesehatan bagi Warga Binaan, khususnya Orang Dengan HIV (ODHIV) dan penyalahguna zat.

Langkah ini menjadi bagian dari implementasi 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) Tahun 2026 yang menitikberatkan pada penguatan layanan dasar serta penghormatan terhadap martabat kemanusiaan di dalam lembaga pemasyarakatan.

Kemitraan ini difokuskan pada layanan deteksi dini, rujukan medis bagi ODHIV, pendampingan psikososial, serta program dukungan pemulihan bagi warga binaan dengan riwayat penyalahgunaan zat.

Berita Terkait:  Raih 186 Suara, Letjen I Nyoman Cantiasa Ungguli Ari Dwipayana dalam Pemilihan Ketua Umum PHDI Pusat

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Bali, Decky Nurmansyah, secara terpisah menyatakan dukungan penuh terhadap kolaborasi tersebut. Ia menilai sinergi dengan organisasi masyarakat sipil merupakan langkah strategis dalam memperkuat sistem pemasyarakatan yang lebih sehat, inklusif, dan berdaya saing.

Sementara itu, Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIA Kerobokan, Hudi Ismono, menegaskan komitmennya terhadap pemenuhan hak kesehatan warga binaan.

“Kami berkomitmen memberikan ruang bagi setiap warga binaan untuk pulih dan sehat, karena kesehatan adalah modal utama mereka untuk mengikuti program pembinaan dengan maksimal,” tegasnya.

Melalui kolaborasi ini, Lapas Kerobokan menargetkan layanan kesehatan yang berkelanjutan dan bebas stigma, sehingga warga binaan memiliki kesempatan kedua untuk memperbaiki kualitas hidup. Pendekatan berbasis kemitraan ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pemasyarakatan yang tidak hanya berorientasi pada pembinaan, tetapi juga pemulihan menyeluruh secara fisik dan mental.

Berita Terkait:  Melihat Berakhirnya PHDI Menuju MAHASABHA XIII, KMHDI Buleleng Soroti Ruang Anak Muda dan Persoalan Umat

Dengan penguatan akses kesehatan inklusif, sistem pemasyarakatan di Bali diharapkan semakin adaptif dalam menjawab tantangan sosial dan kesehatan yang kian kompleks di tahun 2026. (red).

 

Berita Terkini