Balihotnews.com | BADUNG – Upaya pemulihan hubungan hidup dan penghidupan warga binaan terus diperkuat melalui pendekatan yang lebih humanis dan berkelanjutan. Hal ini menjadi fondasi utama dalam sistem pemasyarakatan modern, sejalan dengan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) Tahun 2026, khususnya poin ke-10 terkait pemasaran produk hasil karya warga binaan melalui koperasi dan UMKM.
Melalui dukungan produktif bagi keluarga, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kerobokan berkomitmen memastikan proses reintegrasi sosial tidak hanya fokus pada pembinaan di dalam lapas, tetapi juga penguatan ekonomi keluarga di luar.
Sebagai bagian dari perayaan Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62, Lapas Kelas IIA Kerobokan menggelar kegiatan serah terima bantuan gerobak usaha kepada keluarga warga binaan pada Senin, 27 April 2026.
Kegiatan yang berlangsung di area perkantoran lapas ini bertujuan mendorong kemandirian ekonomi keluarga selama anggota keluarganya menjalani masa pidana.
Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIA Kerobokan, Hudi Ismono, menegaskan bahwa bantuan tersebut merupakan langkah strategis dalam mendukung keberlanjutan ekonomi keluarga warga binaan. “Bantuan ini adalah stimulan agar keluarga mampu berdikari melalui UMKM. Kami ingin saat warga binaan bebas nanti, mereka memiliki wadah usaha yang mapan untuk melanjutkan hidup,” kata Hudi Ismono.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Bali, Decky Nurmansyah, memberikan apresiasi atas inisiatif tersebut. Ia menilai pemberdayaan keluarga merupakan strategi preventif yang efektif untuk menekan angka pengulangan tindak pidana.
“Program ini menunjukkan wajah pemasyarakatan yang humanis, di mana negara hadir memberikan solusi nyata bagi kesejahteraan warga binaan dan orang terdekatnya,” tegas Decky Nurmansyah.
Program bantuan ini menjadi simbol optimisme bahwa langkah kecil yang dilakukan secara konsisten dapat menciptakan dampak besar bagi kehidupan sosial masyarakat. Selain memperkuat ekonomi keluarga, program ini juga diharapkan mampu mendukung proses reintegrasi warga binaan secara lebih menyeluruh dan berkelanjutan. (red).





