Balihotnews.com | DENPASAR – Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 resmi dibuka Gubernur Bali Wayan Koster di Taman Budaya Provinsi Bali, Denpasar, mulai 11 Juli hingga 25 Juli 2026.
Mengusung tema “Kembara Sukma Atma Kerthi, Pengembaraan Menuju Jiwa Mahasuci”, FSBJ VIII ini kembali menjadi panggung utama bagi perkembangan seni modern, kontemporer dan karya seni inovatif di Bali.
Dalam sambutannya, Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan memasuki penyelenggaraan tahun kedelapan, Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII terus memperkuat posisinya sebagai ruang ekspresi, eksplorasi, dan kolaborasi bagi para seniman lintas disiplin.
Menurutnya, festival ini juga menjadi implementasi Peraturan Daerah Bali Nomor 4 Tahun 2020 tentang Penguatan dan Pemajuan Kebudayaan Bali yang sejalan dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.
“Pada tahun 2026 ini, FSBJ mengusung empat konsep utama, yakni eksplorasi, eksperimental, kontekstual, dan kolaborasi. Konsep eksplorasi mendorong lahirnya karya seni inovatif berbasis kreativitas pribadi yang tetap berakar pada tradisi dan nilai lokal Bali.
Konsep eksperimental diwujudkan melalui pengembangan karya seni modern dan kontemporer berbasis lintas media, mulai dari alih media, multimedia hingga transmedia,” kata Gubernur Koster.
Sementara itu, konsep kontekstual menghadirkan karya yang relevan dengan tema festival dan perkembangan zaman.
Adapun konsep kolaborasi menjadi wadah sinergi antara seniman Bali dengan seniman dari berbagai daerah maupun mancanegara dalam menghasilkan karya seni yang kreatif dan inovatif.
Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII menghadirkan delapan materi pokok kegiatan, yaitu Adilango (Pergelaran), Utsawa (Parade), Pawimba (Lomba), Aguron-guron (Lokakarya), Timbang Rasa (Sarasehan), Megarupa (Pameran), Beranda Pustaka (Bursa Buku) serta penganugerahan Bali Jani Nugraha.
“Seluruh rangkaian kegiatan dirancang untuk menjaga produktivitas dan kreativitas para pelaku seni sekaligus menjadi ruang apresiasi bagi perkembangan seni modern dan kontemporer di Bali,” kata Gubernur Koster.
Melalui festival ini, Gubernur Koster berharap FSBJ VIII mampu menghadirkan hiburan yang sehat, edukatif, dan inspiratif bagi masyarakat.
Apalagi, Festival Seni Bali Jani (FSBJ) menjadi tempat bertemunya sastrawan, dramawan, komposer, koreografer, perupa, hingga kreator lintas bidang untuk menampilkan karya terbaik, membahas isu-isu seni terkini, serta melahirkan karya kreatif dan eksperimental yang memanfaatkan perkembangan teknologi tanpa meninggalkan akar nilai-nilai luhur budaya Bali.
“Melalui penyelenggaraan Festival Seni Bali Jani VIII, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali kembali menegaskan komitmennya memberikan ruang apresiasi yang setara bagi kesenian tradisional maupun modern sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan dan kemajuan seni budaya Bali,” tutupnya. (ace & vijay).








