Dari Mumbai ke Bali: QRIS Membuka Jalan Baru Wisatawan India dan UMKM Naik Kelas

Trisno Nugroho

Oleh: Trisno Nugroho — Pengamat Ekonomi dan Pariwisata

Balihotnews.com l DENPASAR– Bali kembali mendapat sinyal penting dari arah India. Bukan hanya soal meningkatnya kunjungan wisatawan, tetapi juga tentang semakin dekatnya integrasi sistem pembayaran digital antara QRIS Indonesia dan UPI India.

Harapannya sederhana, namun dampaknya besar: wisatawan India yang datang ke Bali dapat berbelanja dengan lebih mudah menggunakan QRIS, dan wisatawan Indonesia yang berkunjung ke India juga dapat menikmati kemudahan transaksi digital yang sama. Gagasan inilah yang menjadi inti naskah awal artikel ini.

Perkembangan terbaru datang dari Mumbai. Bisnis.com melaporkan bahwa Bank Indonesia menjajaki kerja sama lebih lanjut dengan Reserve Bank of India, mencakup interkoneksi pembayaran QR antarnegara, transaksi mata uang lokal Rupiah–Rupee, dan Local Currency Bilateral Swap Arrangement. Pertemuan tersebut berlangsung di sela pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral BRICS di Mumbai pada 9–10 September 2026.

Langkah ini memperlihatkan bahwa kerja sama Indonesia–India tidak lagi hanya berada di tingkat diplomasi kepala negara. Sebelumnya, Antara memberitakan bahwa Presiden Prabowo Subianto mengapresiasi kemajuan pembahasan cross-border QR payment linkage Indonesia–India. Presiden menyebut sistem ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi transaksi dan memperkuat ketahanan sektor keuangan.

Berita Terkait:  Geledah Toko Emas Divine & Emas Now Terkait Dugaan Kasus Penipuan, Polda Bali Sita Sejumlah Barang Bukti

Dari pihak India, pesan yang disampaikan juga kuat. The Economic Times memberitakan pernyataan PM Narendra Modi bahwa UPI India akan diintegrasikan dengan sistem pembayaran Indonesia. Menurut PM Modi, integrasi ini akan mempermudah perjalanan dan kegiatan bisnis antara kedua negara. Ia juga menyebut kemitraan India–Indonesia sedang memasuki “golden chapter” yang penting bagi abad ke-21.

Bagi Bali, ini bukan sekadar berita sistem pembayaran. Ini adalah peluang ekonomi yang sangat nyata. Data BPS Bali menunjukkan bahwa kunjungan wisatawan mancanegara langsung ke Bali pada Juli 2026 mencapai 697.809 kunjungan, naik 15,34 persen dibanding Juni 2026. Australia masih menjadi pasar terbesar pada Juli 2026, disusul Tiongkok dan India.

Secara akumulatif Januari–Juli 2026, kunjungan wisman langsung ke Bali mencapai 3.900.965 kunjungan. Dalam periode itu, Australia tetap menjadi pasar terbesar dengan 977.376 kunjungan, disusul Tiongkok 344.149 kunjungan, dan India 317.680 kunjungan. Artinya, India sudah berada dalam kelompok pasar utama Bali, bukan lagi pasar pelengkap.

Berita Terkait:  Memahami Konsep Media Promosi Online dan Offline yang Paling Efektif saat Ini, Bisa Meningkatkan Penjualan  

Di sinilah QRIS–UPI menjadi sangat strategis. Bayangkan wisatawan India membayar hotel, restoran, spa, kopi, transportasi, tiket wisata, suvenir, kerajinan, hingga layanan desa wisata hanya dengan memindai QRIS. Sebaliknya, wisatawan Indonesia di India juga dapat bertransaksi lebih praktis melalui sistem pembayaran yang saling terhubung. Ini bukan hanya memudahkan pembayaran, tetapi meningkatkan kenyamanan perjalanan.

Namun manfaat terbesar tidak boleh hanya berhenti di hotel besar atau restoran besar. UMKM Bali harus bersiap dari sekarang. Pedagang kecil, pengrajin, warung lokal, pelaku kuliner, pasar seni, transportasi lokal, desa wisata, wellness, dan ekonomi kreatif harus masuk ke dalam ekosistem pembayaran digital lintas negara.

Jangan sampai wisatawan sudah siap membayar secara digital, tetapi pelaku usaha lokal belum siap menerima transaksi.Kesiapan itu dimulai dari hal sederhana: QRIS harus aktif, mudah terlihat, dan dipahami oleh pelaku usaha. UMKM perlu tahu cara menerima pembayaran, mengecek transaksi, memastikan dana masuk, menjaga keamanan, dan menjelaskan proses pembayaran kepada wisatawan asing. Informasi singkat dalam bahasa Inggris, bahkan bila memungkinkan bahasa Hindi, akan membuat wisatawan India merasa lebih nyaman.

Berita Terkait:  Rumah Tempat Pemotongan Ayam di Denpasar Terbakar, Kerugian Capai Rp300 Juta

Bali juga perlu melihat pasar India dengan lebih cermat. Wisatawan India memiliki segmen yang luas: keluarga, pasangan bulan madu, rombongan pernikahan, MICE, kuliner, wellness, yoga, spiritual tourism, belanja, dan wisata budaya. Bila pembayaran semakin mudah, peluang belanja mereka di ekonomi lokal juga semakin besar.

Karena itu, promosi Bali ke pasar India perlu membawa pesan baru: Bali bukan hanya indah, spiritual, dan berbudaya, tetapi juga mudah, ramah, dan siap secara digital. Inilah wajah pariwisata modern: destinasi yang tidak hanya menarik untuk dikunjungi, tetapi juga nyaman untuk dinikmati dan mudah untuk bertransaksi.

Pada akhirnya, QRIS antarnegara Indonesia–India bukan hanya tentang teknologi pembayaran. Ini tentang bagaimana diplomasi digital dapat turun langsung menjadi manfaat ekonomi bagi masyarakat. Dari Mumbai ke Bali, dari QRIS ke UPI, dari wisatawan India ke UMKM Bali—momentum ini harus disambut dengan kesiapan, kolaborasi, dan visi besar.

Jika dikelola dengan baik, integrasi QRIS Indonesia–India dapat menjadi tonggak penting bagi pariwisata Bali yang lebih inklusif, modern, berkualitas, dan memberi manfaat langsung bagi ekonomi rakyat (tnu).

Berita Terkini