Balihotnews.com | DENPASAR – Upaya menjaga lingkungan kini berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo, melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), menggandeng Kelompok Petani Putra Yasa di Desa Tenganan, Karangasem, untuk mengembangkan budidaya lebah madu Trigona.
Pelindo menyalurkan bantuan senilai Rp 100 juta dalam bentuk 250 setup lebah Trigona. Selain menyasar penguatan ekonomi lokal, pelatihan ini juga menjadi bagian dari pemberdayaan berbasis potensi desa dan konservasi alam, mengingat lebah Trigona dikenal ramah lingkungan dan bernilai ekonomi tinggi.
“Budidaya lebah madu Trigona menjadi salah satu langkah nyata untuk meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus melestarikan lingkungan,” ujar Sub Regional Head Bali Nusra, Fariz Hariyoso.
Trigona merupakan jenis lebah tanpa sengat yang mudah dibudidayakan dan tidak memerlukan lahan luas. Dengan pola pelatihan dan bantuan langsung ke kelompok petani, Pelindo berharap program ini dapat menciptakan ekonomi hijau yang inklusif dan berkelanjutan.
Ketua Kelompok Ternak Putra Yasa, I Ketut Merta, menyampaikan terima kasih atas dukungan yang diberikan. “Bantuan telah kami distribusikan ke anggota nantinya untuk meningkatkan produksi dan ekonomi masyarakat kami di Tenganan Dauh Tukad. Mudah-mudahan apa yang dibantu Pelindo ini dapat bermanfaat bagi kelompok ini,” katanya.
Inisiatif ini juga menunjukkan bahwa pengembangan ekonomi lokal tidak harus meninggalkan prinsip kelestarian lingkungan, justru bisa berjalan beriringan melalui program yang adaptif terhadap kondisi desa. (red)





