Balihotnews.com l DENPASAR — Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan kondisi keamanan dan ketertiban di Bali hingga saat ini tetap aman dan kondusif. Ia meminta masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang beredar di media sosial yang dinilai tidak sepenuhnya menggambarkan kondisi Bali yang sebenarnya.
Penegasan tersebut disampaikan Gubernur Koster dalam konferensi pers seusai Rapat Koordinasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Bali di Gedung Kertha Sabha, Jaya Sabha, Selasa (28/7/2026).
Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri Kapolda Bali Irjen Pol Daniel Adityajaya bersama seluruh unsur Forkopimda Provinsi Bali. Pertemuan ini menjadi bagian dari evaluasi bersama untuk memastikan situasi keamanan dan ketertiban di Bali tetap terjaga, terutama dalam menjaga Bali sebagai salah satu destinasi wisata utama dunia.
Gubernur Koster mengatakan, berdasarkan hasil evaluasi dan laporan dari jajaran aparat keamanan serta penegak hukum, situasi Bali secara umum berada dalam kondisi baik, aman, dan kondusif.
“Secara umum dari hasil pembahasan kami, laporan dari Bapak Kapolda, Bapak Pangdam, Bapak Kajati, secara umum kondisi Bali ini baik, kondusif, aman,” ujar Koster.
Menurutnya, dinamika yang berkembang di media sosial tidak dapat dijadikan gambaran utuh mengenai situasi keamanan di Bali. Informasi yang viral di dunia maya terkadang menimbulkan kesan seolah-olah kondisi Bali sedang terganggu, padahal situasi di lapangan tidak seperti yang diberitakan.
“Kita harus bisa membedakan, ada dinamika di media sosial yang menjadi banyak perhatian, viral, sehingga seakan-akan ingin sesuatu yang terganggu. Semuanya tidak seperti yang diberitakan,” tegasnya.
Meski demikian, Pemerintah Provinsi Bali bersama jajaran Forkopimda tetap melakukan evaluasi secara berkala. Ke depan, intensitas kegiatan pengamanan akan ditingkatkan secara proporsional untuk memastikan situasi Bali tetap terjaga.
Langkah tersebut dinilai penting mengingat Bali merupakan salah satu destinasi wisata utama dunia. Stabilitas keamanan menjadi faktor penting untuk menjaga kepercayaan wisatawan sekaligus memastikan berbagai aktivitas masyarakat dan perekonomian berjalan dengan baik.
“Kami sudah mengevaluasi semua dan ke depannya kami akan meningkatkan intensitas kegiatan sesuai dengan proporsinya dalam rangka menjaga agar Bali ini terjaga dengan baik sebagai destinasi wisata utama dunia,” kata Koster.
Ia menambahkan, upaya menjaga keamanan Bali juga menjadi bagian dari komitmen bersama dalam memperkuat kedaulatan hukum di Indonesia.
Ketika ditanya mengenai kasus yang menjadi perhatian khusus saat ini, Koster menegaskan bahwa fokus pemerintah bukan semata-mata pada satu kasus tertentu. Menurutnya, yang paling utama adalah memastikan Bali dan aktivitas pariwisata tetap berjalan dalam suasana yang aman dan kondusif.
“Bukan di atensi, tapi pada intinya kan Bali dan wisatawan Bali ini harus kondusif. Jadi memang secara rutin kita selalu melakukan evaluasi untuk menjaga keamanan di Bali,” ujarnya.
Koster menegaskan, pemerintah bersama aparat keamanan akan terus menjaga situasi Bali agar tetap stabil. Evaluasi dan langkah pengamanan akan dilakukan secara berkelanjutan sebagai upaya memastikan Bali tetap menjadi destinasi wisata dunia yang aman, nyaman, dan kondusif. (Bhn)





