Gus Bota Apresiasi Mixology Arak Bali, Dorong Anak Muda Berinovasi

Wabup Badung, Bagus Alit Sucipta alias Gus Bota (tengah) saat menghadiri Final Lomba Mixology Arak Bali yang berlangsung di RTH Bung Karno, Sukasada, Kabupaten Buleleng, Jumat, (20/6/2026). (balihotnews/istimewa).

Balihotnews.com | BULELENG – Wakil Bupati Badung, I Bagus Alit Sucipta alias Gus Bota hadir dalam Final Lomba Mixology Arak Bali yang berlangsung di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Bung Karno, Sukasada, Kabupaten Buleleng, Jumat (20/6/2025).

Ajang ini menjadi panggung kreativitas anak muda Bali dalam mengangkat Arak Bali sebagai produk lokal unggulan yang kini bersaing secara profesional di industri minuman kreatif.

Diselenggarakan oleh DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali sebagai bagian dari rangkaian Bulan Bung Karno 2025, kompetisi ini mempertemukan para bartender terbaik dari seluruh kabupaten/kota di Bali yang sebelumnya lolos seleksi ketat tingkat daerah.

Gus Bota menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan yang dinilainya bukan sekadar kompetisi, melainkan juga ruang ekspresi generasi muda serta bentuk nyata dukungan terhadap pelestarian budaya dan penguatan ekonomi lokal.

Berita Terkait:  Buka Konsolidasi PWI, Bupati Satria Tekankan Pentingnya Profesionalisme dan Sinergi Pers Dalam Membangun Klungkung Mahottama

“Ajang ini adalah cermin bagaimana anak muda Bali bisa mengolah warisan leluhur menjadi karya kreatif yang bernilai ekonomi tinggi. Arak Bali tidak hanya lestari, tapi juga naik kelas,” ujar Gus Bota.

Dalam babak final, peserta ditantang meracik signature cocktail berbahan dasar Arak Bali dalam waktu maksimal tujuh menit. Kreasi mereka dinilai dari sisi cita rasa, teknik, penyajian, dan inovasi.

Sementara itu, Gubernur Bali sekaligus Ketua DPD PDI Perjuangan Bali, I Wayan Koster, menegaskan komitmen pemerintah dalam melindungi dan memajukan Arak Bali melalui Peraturan Gubernur Bali Nomor 1 Tahun 2020 tentang Tata Kelola Minuman Fermentasi dan/atau Distilasi Khas Bali.

Menurut Koster, sejak Pergub diberlakukan, geliat industri Arak Bali mengalami lonjakan signifikan. Saat ini, 65 merek Arak Bali telah mengantongi izin edar, cukai resmi, hingga tampil di duty free Terminal Keberangkatan Internasional Bandara Ngurah Rai. Rata-rata, hampir 100 botol Arak Bali terjual setiap harinya di sana, didorong oleh kemasan premium dan kualitas rasa yang bersaing.

Berita Terkait:  Pemotor Tewas Terlindas Truk Saat Mendahului di Jimbaran

“Dulu Arak Bali dianggap miring, bahkan dilarang. Kini, ia menjadi simbol keadilan ekonomi bagi rakyat kecil seperti petani dan pengrajin arak. Ini bukan sekadar minuman, ini identitas,” tegas Koster.

Ia bahkan menyarankan inovasi konsumsi Arak Bali seperti mencampurkannya ke dalam kopi tanpa gula ala Irish Coffee versi Bali.

Kegiatan ini bukan hanya meriah, tapi juga strategis, karena mempertemukan nilai budaya, ekonomi, dan kreativitas dalam satu kemasan. Koster pun menegaskan akan terus menjadi garda depan dalam pelestarian budaya lokal yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan berkelanjutan.

Pemenang Lomba Mixology Arak Bali 2025:

  • Juara 1: I Kadek Suda (Gianyar)
  • Juara 2: I Gusti Agung Agus Indra Satria (Denpasar)
  • Juara 3: Ketut Agus Wiana (Karangasem)
  • Harapan I: Putu Windu Edi Arta (Buleleng)
  • Harapan II: Putu Ogik Adi Saputra (Jembrana). (dre)
Berita Terkait:  Polda Bali Sinergi Jaga Kamtibmas tetap Aman dan Kondusif 

Berita Terkini