Balihotnews.com | BADUNG – Pemerintah Kabupaten Badung ajukan anggaran sebanyak 34 Miliar untuk pemasangan CCTV berbasis teknologi analitik yang akan terintegrasi langsung dengan instansi keamanan di wilayah tersebut.
Dari sekian titik yang akan di pasang CCTV di wilayah tersebut, salah satu adalah Jembatan Tukad Bangkung, Pelaga, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung yang terkenal dengan kasus bunuh diri yang dalam istilah Bali disebut masuk kategori tindakan “ulah pati”.
“Sesuai komitmen Bapak Bupati, kami telah memulai perencanaan teknis sejak tahun 2024. Tahun ini kami masuk tahapan pengadaan, termasuk untuk titik-titik khusus seperti Jembatan Tukad Bangkung, kawasan pariwisata, pelayanan publik, serta ruang publik lainnya sesuai dengan visi misi Bupati untuk mewujudkan pariwisata berkualitas,” ujar Kepala Diskominfo Badung, IGN Jaya Saputra pada, Jumat (5/4/25).
Ia menambahkan, pengembangan sistem CCTV ini merupakan bagian dari rencana besar pembangunan infrastruktur keamanan yang tersebar dari wilayah Badung Selatan hingga Badung Utara.
Total anggaran yang diusulkan mencapai Rp34 miliar mengingat CCTV yang ada saat ini merupakan pengadaan tahun 2016, dan sebagian besar sudah off. Dari 163 yang ada di kawasan pariwisata, 101 diantaranya mengalami kerusakan
“Kami akan menerapkan teknologi analitik terkini, yang mampu mendeteksi pergerakan mencurigakan dan langsung terhubung ke sistem pemantauan keamanan. Dimana akses CCTV ini akan berkolaborasi dengan pihak kepolisian dan desa setempat,” katanya.
“Ini bukan hanya soal pengawasan, tetapi juga upaya preventif demi keselamatan masyarakat serta nantinya akan digunakan untuk mendeteksi kiriman sampah di pantai Kuta dan area aktivitas surfing wisatawan dan pos balawisata,” tambah Jaya Saputra.
Dengan upaya tersebut, Pemkab Badung berharap kawasan strategis pariwisata di Kabupaten Badung termasuk kawasan di Jembatan Tukad Bangkung dapat menjadi kawasan yang aman, bersih, dan nyaman dikunjungi oleh wisatawan maupun masyarakat lokal. (dio)






