DPRD Badung Tetapkan Penyertaan Modal Rp150 Miliar untuk PDAM Tirta Mangutama Atasi Krisis Air di Badung Selatan

Foto: Ketua DPRD Kabupaten Badung, I Gusti Anom Gumanti (kiri, baju putih) menerima laporan dari Ketua Bapemperda DPRD Badung, I Wayan Sugita Putra (kanan), dalam Rapat Paripurna DPRD Badung di Ruang Gosana II Lantai 2, Kantor Sekretariat DPRD Badung, Jumat (23/10/2026). (Balihotnews/ist).

Balihotnews.com | BADUNG – DPRD Kabupaten Badung menetapkan penyertaan modal daerah sebesar Rp150 miliar untuk Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Mangutama.

Penambahan modal ini bertujuan untuk memperkuat infrastruktur dan meningkatkan kapasitas suplai air bersih, terutama di wilayah Badung Selatan.

Ketua DPRD Kabupaten Badung, I Gusti Anom Gumanti, menegaskan pengambilan keputusan tersebut, setelah melalui serangkaian pembahasan, mulai dari rapat sebelumnya hingga pembahasan di Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda).

“Proses ini telah melalui rangkaian rapat sejak kemarin hingga rapat Bapemperda pada pagi hari sesuai dengan mekanisme kita jadi harus diputuskan dan ditetapkan di Paripurna,” kata Anom Gumanti, saat diwawancarai insan media, usai Rapat Paripurna di dalam Rapat Paripurna DPRD Badung di Ruang Gosana II Lantai 2, Kantor Sekretariat DPRD Badung, Jumat (23/10/2026).

Berita Terkait:  Bawa 23 IKM ke Kriyanusa 2026, Ny. Putri Koster Dorong Kerajinan Bali Tembus Pasar Internasional

Lebih lanjut, Anom Gumanti menjelaskan, usulan awal penyertaan modal yang diajukan PDAM Tirta Mangutama sebesar Rp73 miliar. Namun, setelah melalui pembahasan panjang, nilai penyertaan modal tersebut ditingkatkan menjadi Rp150 miliar.

Menurut Anom Gumanti, penambahan modal diperlukan untuk menjawab persoalan keterbatasan suplai air bersih di sejumlah kawasan Badung Selatan, seperti Ungasan, Pecatu, hingga Jimbaran.

Kebutuhan air di kawasan tersebut diperkirakan mencapai 2.000 liter per detik. Sementara itu, dengan skema anggaran awal Rp73 miliar, kapasitas suplai yang dapat dicakup diperkirakan baru sekitar 1.500 liter per detik.

“Nah, kami dorong sudah tambah lagi penyertaan modal ini agar PDAM dapat memenuhi target suplai air sesuai kebutuhan masyarakat yaitu 2.000 liter per detik,” kata Anom Gumanti.

Ia menambahkan, pesatnya pembangunan infrastruktur jalan dan bangunan di Badung turut meningkatkan kebutuhan air bersih. Karena itu, PDAM Tirta Mangutama didorong untuk terus berinovasi dalam mencari sumber air baku alternatif, termasuk melalui pengolahan air laut.

Berita Terkait:  Gubernur Koster: Pariwisata Jadi Indikator Penting Pertumbuhan Ekonomi Bali

Pelaksanaan penyertaan modal tersebut direncanakan berlangsung secara bertahap dalam tiga tahap hingga 2029. Penentuan prioritas pengerjaan akan mempertimbangkan kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta tingkat urgensi kebutuhan di lapangan.

Salah satu pekerjaan yang  perlu mendapat prioritas adalah pengembangan distribusi air yang bersumber dari Tukad Mati.

Anom Gumanti berharap langkah tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan air masyarakat sesuai target kapasitas suplai yang telah ditetapkan.

“Jadi, bertahap tiga kali tahapan. Saya kira nanti kan ada prioritas-prioritas yang harus diselesaikan. Contoh, misalnya distribusi air yang mau diambil dari Tukad Mati. Silakan itu diprioritaskan dulu, agar suplai air ini betul-betul bisa sesuai dengan target 2.000 liter per detik itu,” pungkasnya.

Berita Terkait:  Gubernur Koster Dukung Fasilitas dan Perizinan untuk Perseden Berlaga di Liga 3 Nasional

Sebelumnya, Bapemperda DPRD Kabupaten Badung telah menyelesaikan pembahasan Raperda tentang Penyertaan Modal Daerah kepada Perumda Air Minum Tirta Mangutama.

Dalam rapat paripurna tersebut, Ketua Bapemperda DPRD Badung, I Wayan Sugita Putra membacakan laporan hasil pembahasan raperda. Laporan itu menjadi bagian dari proses pembahasan penyertaan modal daerah untuk mendukung pengembangan layanan air minum di Kabupaten Badung.

“Kami berharap Penetapan penyertaan modal sebesar Rp150 miliar dapat memperkuat kemampuan Perumda Tirta Mangutama dalam meningkatkan kapasitas produksi dan distribusi air bersih, khususnya untuk menjawab kebutuhan masyarakat di kawasan Badung Selatan yang terus berkembang pesat,” pungkasnya. (red).

 

Berita Terkini