Tim PHM Bergerak Cepat Bantu Warga Nyaris Tenggelam di Kutai Lama

Foto: Tim Security Offshore CPU PHM yang sedang melakukan patroli menggunakan seatruck ST. Pegasus dari area GTS-4 langsung merespons permintaan pertolongan warga. (Balihotnews/ist).

Balihotnews.com | KUTAI LAMA – Kesiapsiagaan personel keamanan PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) kembali teruji setelah seorang warga nyaris tenggelam akibat perahu ketinting yang ditumpanginya terbalik di perairan TM-28 area GTS-4, Kutai Lama, Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Peristiwa tersebut terjadi pada 29 September 2026. Warga yang berlayar seorang diri itu sedang dalam perjalanan dari Sungai Meriam menuju Pamengkaran dengan membawa sejumlah logistik, termasuk makanan dan barang lainnya.

Saat melintas di perairan TM-28 area GTS-4, perahu yang digunakan tiba-tiba kehilangan keseimbangan hingga terbalik dan tenggelam bersama muatan yang dibawanya.

Lokasi kecelakaan berada sekitar 12 kilometer dari pemukiman terdekat. Dalam kondisi darurat tersebut, tim Security Offshore CPU PHM yang sedang melakukan patroli menggunakan seatruck ST. Pegasus dari area GTS-4 langsung merespons permintaan pertolongan.

Berita Terkait:  Hari ke Tujuh Nihil, Tim SAR Gabungan Hentikan Pencarian Gede Adimas

Tim bergerak menuju lokasi warga yang berada dalam kondisi nyaris tenggelam. Petugas kemudian melemparkan tali kapal untuk membantu proses evakuasi.

Upaya penyelamatan tersebut berhasil. Warga akhirnya dapat dievakuasi ke lokasi yang lebih aman sekitar pukul 15.17 WITA.

Kecepatan respons personel menjadi faktor penting dalam proses pertolongan, mengingat kecelakaan terjadi di wilayah perairan yang cukup jauh dari pemukiman.

General Manager PHM Muzwir Wiratama mengapresiasi respons cepat tim di lapangan. Ia juga bersyukur proses evakuasi dapat dilakukan dengan baik.

“Kami meyakini bahwa kesiapsiagaan personel dalam merespons kondisi darurat, seperti pada kejadian ini, menjadi salah satu bagian penting dalam menciptakan lingkungan operasi yang aman bagi pekerja, masyarakat, dan lingkungan,” kata Wira.

Menurut Wira, aspek keselamatan tidak hanya menjadi perhatian bagi pekerja di lingkungan operasi perusahaan, tetapi juga masyarakat yang beraktivitas di sekitar wilayah kerja PHM.

Berita Terkait:  Rumah Tempat Pemotongan Ayam di Denpasar Terbakar, Kerugian Capai Rp300 Juta

Oleh karena itu, ia mengingatkan masyarakat agar senantiasa memperhatikan aspek keselamatan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, khususnya ketika menggunakan transportasi air.
Masyarakat juga diminta memastikan kondisi perahu dalam keadaan layak serta menyesuaikan beban muatan dengan kemampuan perahu sebelum berlayar.

Keselamatan di Wilayah Operasi

Peristiwa tersebut menjadi gambaran pentingnya kesiapsiagaan personel yang bertugas di wilayah operasi perairan. Respons terhadap kondisi darurat tidak hanya berkaitan dengan keamanan kegiatan operasional perusahaan, tetapi juga dapat bersinggungan langsung dengan keselamatan masyarakat di sekitar wilayah kerja.

PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) merupakan salah satu anak perusahaan PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) di Zona 8 yang menjalankan kegiatan operasi dan bisnis hulu migas di Wilayah Kerja Mahakam, Kalimantan Timur.

Dalam menjalankan operasinya, PHM menyatakan komitmennya menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), termasuk aspek keselamatan dalam kegiatan operasional.

Berita Terkait:  WN Rusia yang Dilaporkan Hilang di Tanjung Mebulu Ditemukan Meninggal 

Sebagai Kontraktor Kontrak Kerja Sama bagi pemerintah Indonesia yang diwakili SKK Migas, PHM bersama anak perusahaan dan afiliasi PHI lainnya terus melakukan inovasi dan pemanfaatan teknologi untuk mendukung kegiatan produksi energi yang selamat, efisien, andal, patuh, serta memperhatikan aspek lingkungan.

Respons atas kecelakaan warga di perairan TM-28 menjadi salah satu contoh bagaimana kesiapsiagaan personel di wilayah operasi dapat berperan dalam situasi darurat.

Bagi PHM, keselamatan bukan hanya menjadi bagian dari aktivitas operasional, tetapi juga menjadi perhatian dalam menjaga hubungan dengan masyarakat dan lingkungan sekitar wilayah kerja.

Komitmen tersebut sejalan dengan semangat #EnergiKalimantanUntukIndonesia, dengan tetap menempatkan keselamatan, keandalan operasi, dan keberlanjutan sebagai bagian penting dalam mendukung produksi migas nasional. (red).

 

Berita Terkini