Balihotnews.com | Yogyakarta – Daerah Istimewa Yogyakarta (Jogja) selalu memiliki daya tarik tersendiri bagi para pelancong.
Selain kulinernya yang khas, kota ini menyimpan kekayaan warisan budaya dan situs bersejarah yang masih terjaga keasliannya.
Tak heran jika Jogja menjadi destinasi favorit wisatawan domestik maupun mancanegara.
Bagi Anda yang merencanakan liburan ke Yogyakarta, mengunjungi situs sejarah adalah cara terbaik untuk berwisata sekaligus menambah wawasan.
Berikut adalah 7 rekomendasi tempat wisata sejarah di Jogja yang wajib masuk dalam daftar kunjungan Anda.
1. Museum Perjuangan Yogyakarta
Museum ini didirikan sebagai bentuk apresiasi pemerintah untuk mengenang setengah abad Hari Kebangkitan Nasional.
Selesai dibangun pada tahun 1963, museum ini memiliki arsitektur unik yang memadukan gaya Kekaisaran Romawi Kuno dan Candi Mataram Hindu.
Di lantai dua, pengunjung dapat melihat interior gedung dengan 45 jendela sebagai jalur pencahayaan alami.
Koleksinya meliputi barang pribadi milik tokoh bangsa, seperti meja dan peralatan makan Presiden Soekarno, hingga tas dan radio perjuangan milik Bung Hatta.
Lokasi: Jl. Kolonel Sugiyono No. 24, Yogyakarta.
Jam Operasional: Senin, Kamis, Jumat (07.30 – 16.00 WIB). Sabtu & Minggu tutup.
Harga Tiket: Rp2.000 – Rp3.000 (Domestik).
2. Keraton Yogyakarta
Jantung budaya Jawa ada di Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat.
Dibangun oleh Sri Sultan Hamengku Buwono I, kompleks ini merupakan tempat tinggal resmi sultan sekaligus museum hidup.
Bangunan ini telah diakui oleh UNESCO sebagai warisan dunia.
Selain melihat koleksi benda kuno milik kesultanan, pengunjung sering kali bisa menyaksikan pertunjukan seni seperti tari-tarian atau upacara adat yang sarat akan makna filosofis.
Lokasi: Jl. Rotowijayan Blok No. 1, Panembahan, Kec. Kraton, Kota Yogyakarta.
Jam Operasional: Selasa – Minggu (08.30 – 14.30 WIB). Senin tutup.
Harga Tiket: Rp10.000 – Rp15.000.
3. Candi Prambanan
Candi Prambanan adalah mahakarya arsitektur Hindu dari abad ke-9 yang telah diakui UNESCO sejak 1991.
Kompleks ini terdiri dari tiga candi utama yang megah.
Salah satu daya tarik utamanya adalah relief yang menceritakan kisah Ramayana dan Krishnayana yang terukir indah di dinding candi.
Lokasi: Jl. Raya Solo – Yogyakarta No.16, Sleman, DIY.
Jam Operasional: Setiap hari (06.30 – 17.00 WIB).
Harga Tiket: Dewasa (Rp50.000), Anak (Rp25.000).
4. Situs Warungboto
Situs Warungboto dulunya merupakan sebuah pesanggrahan atau rumah peristirahatan keluarga kerajaan yang dibangun oleh Sultan Hamengkubuwono II.
Meskipun kolam pemandiannya kini sudah kering, arsitektur bangunannya yang simetris dan estetik menjadikannya lokasi favorit untuk fotografi.
Situs ini sempat viral setelah digunakan sebagai lokasi foto pre-wedding putri Presiden Jokowi, Kahiyang Ayu.
Lokasi: Jl. Veteran No.77, Warungboto, Kec. Umbulharjo, Kota Yogyakarta.
Jam Operasional: Setiap hari (08.00 – 17.00 WIB).
Harga Tiket: Gratis.
5. Museum Benteng Vredeburg
Terletak di ujung jalan Malioboro, benteng ini adalah saksi bisu masa kolonial Belanda di Yogyakarta.
Menariknya, pasca revitalisasi pada Juni 2024, museum ini tampil lebih modern dengan fasilitas video mapping, pertunjukan air mancur menari, hingga area rooftop yang menawarkan pemandangan Titik Nol Kilometer Jogja.
Lokasi: Jl. Margo Mulyo No.6, Ngupasan (Kawasan Malioboro).
Jam Operasional: Selasa – Minggu (08.00 – 20.00/22.00 WIB). Senin & Hari Libur Nasional tutup.
Harga Tiket: Cek akun resmi @museum.benteng.vredeburg untuk harga terbaru.
6. Taman Sari
Taman Sari atau yang sering dijuluki “Water Castle” adalah bekas taman kerajaan Keraton Yogyakarta.
Dibangun pada 1758, kompleks ini dulunya dilengkapi dengan danau buatan, kanal air, dan lorong bawah tanah yang misterius.
Arsitektur pintu gerbang dan kolam pemandiannya sangat megah, menggambarkan kejayaan raja-raja masa lampau.
Lokasi: Patehan, Kec. Kraton, Kota Yogyakarta.
Jam Operasional: Setiap hari (09.00 – 15.00 WIB).
Harga Tiket: Rp10.000 – Rp15.000.
7. Keraton Ratu Boko
Berbeda dengan candi lainnya, Ratu Boko diyakini sebagai reruntuhan kompleks istana atau keraton.
Terletak di atas bukit, tempat ini menawarkan pemandangan kota Jogja yang luas.
Ratu Boko juga dikenal sebagai salah satu titik terbaik untuk menikmati matahari terbenam (sunset) di Yogyakarta.
Lokasi: Jl. Raya Piyungan – Prambanan No.2, Sleman, DIY.
Jam Operasional: Setiap hari (07.00 – 17.00 WIB).
Harga Tiket: Dewasa (Rp40.000), Anak (Rp20.000).
Mengunjungi tempat bersejarah bukan hanya soal berfoto, tetapi juga menghargai nilai budaya di dalamnya.
Pastikan untuk selalu menjaga kebersihan, tidak mencoret-coret bangunan, dan mematuhi aturan yang berlaku di setiap lokasi wisata.
Selamat berlibur! (ani)








