Balihotnews.com l MANGUPURA- Universitas Timor (Unimor), Nusa Tenggara Timur, mengembangkan tanaman cendana asli Timor sebagai bagian dari upaya mencegah kepunahan sekaligus menjaga kelestarian biodiversitas melalui kerja sama dengan Southeast Asian Regional Centre for Tropical Biology (SEAMEO BIOTROP).
Dekan Fakultas Pertanian, Sains, dan Kesehatan Unimor Eduardus Yosef Neonbeni mengatakan kerja sama tersebut membuka peluang bagi perguruan tinggi untuk berkontribusi dalam pelestarian biodiversitas, khususnya tanaman cendana yang merupakan salah satu spesies asli Timor. “Di sini ada kesempatan yang sangat besar untuk nantinya bisa mengambil bagian dalam tugas BIOTROP untuk pelestarian biodiversitas,” kata Eduardus saat ditemui di Kuta, Kabupaten Badung, Bali, Kamis (24/09/2026).
Ia mengatakan kondisi lahan kering semi-arid di Timor memiliki karakteristik iklim, tanah, dan vegetasi yang berbeda dengan wilayah lain sehingga pengembangan cendana membutuhkan pendekatan khusus.
Menurut Eduardus, populasi cendana di Timor saat ini terus berkurang dan pertumbuhannya tersebar sehingga diperlukan upaya untuk meningkatkan kembali populasinya, terutama di wilayah yang sebelumnya menjadi sentra cendana.
“Populasi cendana di Timor sendiri itu sudah sangat kurang, hampir punah, pertumbuhannya juga tidak tersentral, jadi menyebar di mana-mana,” ujarnya.
Ia mengatakan Pemerintah Provinsi NTT melalui Dinas Kehutanan telah melakukan berbagai upaya pengembangan cendana. Namun, keberlanjutan budidaya di tingkat masyarakat masih menjadi tantangan, terutama dalam pemeliharaan tanaman setelah ditanam hingga mencapai usia dewasa.
Unimor akan memanfaatkan keberadaan Program Studi Kehutanan yang baru dibentuk untuk mendukung upaya tersebut. Program studi itu diharapkan menjadi pusat penangkaran bibit cendana sekaligus mengembangkan sejumlah komoditas unggulan lainnya di Timor.
Selain memperbanyak bibit, penelitian juga diarahkan untuk mengidentifikasi jenis tanaman yang sesuai sebagai pendukung pertumbuhan cendana. Hal tersebut penting karena cendana merupakan tanaman hemiparasit yang membutuhkan tanaman inang untuk mendukung pertumbuhannya.
“Jadi bukan hanya cendana yang akan kita kembangkan, tapi jenis-jenis tumbuhan yang bisa mendukung pertumbuhan cendana itu sendiri sampai bisa menjadi tumbuhan dewasa,” katanya.
Eduardus menambahkan penelitian mengenai teknologi budidaya dan tanaman pendamping cendana masih terus dilakukan karena karakteristik pertumbuhan tanaman tersebut berbeda dengan tanaman lainnya.
Melalui kolaborasi dengan BIOTROP, pemerintah daerah, dan instansi terkait, Unimor berharap pengembangan cendana dapat dilakukan secara berkelanjutan sekaligus memperkuat upaya pelestarian biodiversitas khas Timor. (Bhn)





