Balihotnews.com l SEMARAPURA- Bupati Klungkung Made Satria mendorong pemanfaatan ambulans laut (Sea Ambulance) untuk mempercepat layanan kesehatan bagi masyarakat dan wisatawan di Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali.
Made Satria mengatakan karakter wilayah Nusa Penida yang terdiri atas tiga pulau, yakni Nusa Penida, Nusa Lembongan, dan Nusa Ceningan, membutuhkan pola penanganan pembangunan dan pelayanan publik yang berbeda dibandingkan wilayah daratan.
“Dengan adanya Sea Ambulance ini akan lebih memantapkan lagi bagaimana layanan kita bisa lebih cepat terhadap kesehatan, khususnya layanan kesehatan di Kecamatan Nusa Penida,” kata Made Satria.
Menurut dia, selama ini penanganan kondisi darurat kesehatan di Nusa Penida masih menghadapi kendala waktu, terutama ketika pasien membutuhkan pelayanan atau tindakan medis khusus yang tidak tersedia di wilayah kepulauan tersebut.
Kondisi serupa juga terjadi ketika kecelakaan atau musibah menimpa wisatawan yang berkunjung ke Nusa Penida. Keterlambatan penanganan, kata dia, menjadi salah satu tantangan yang perlu diatasi bersama.
Ia mengapresiasi pihak yang telah merealisasikan ambulans laut tersebut karena sebelumnya pemerintah daerah juga telah merancang program serupa, namun belum dapat diwujudkan akibat keterbatasan anggaran.
Made Satria berharap pengelola layanan kesehatan swasta dapat bersinergi dengan pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas pelayanan, tidak hanya berorientasi pada keuntungan.
“Selain mengejar profit, kejar juga kualitas layanannya. Apalagi kita di Kabupaten Klungkung, terutama di Pulau Nusa Penida, sekarang melayani bukan cuma warga lokal, tetapi juga warga mancanegara,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya penerapan standar pelayanan yang baik karena Nusa Penida telah berkembang sebagai salah satu destinasi pariwisata utama di Bali. Pelayanan kesehatan yang cepat dan berkualitas dinilai turut mendukung rasa aman dan nyaman wisatawan.
Bupati juga mengharapkan adanya kolaborasi antara pemerintah daerah, pihak swasta, dan Basarnas dalam penanganan kondisi darurat, khususnya kecelakaan yang melibatkan wisatawan di kawasan Nusa Penida.
“Ketika terjadi hal-hal musibah kecelakaan dari para tamu ini, kita perlu menyiapkan tenaga-tenaga khusus untuk bisa memberikan penanganan tercepat,” katanya.
Selain ambulans laut, Made Satria juga menyampaikan kebutuhan transportasi antarpulau melalui program water taxi atau taksi laut yang digagas Kementerian Perhubungan.
Ia mengatakan telah menyampaikan kepada Menteri Perhubungan agar program tersebut turut mempertimbangkan kebutuhan mobilitas masyarakat antarpulau di Kecamatan Nusa Penida.
“Karena kita memiliki kepulauan, sehingga bisa terjangkau, tidak hanya sebatas wilayah Bali daratan, tetapi juga bisa melayani antarpulau kita di Kecamatan Nusa Penida,” ujarnya.
Menurut dia, penguatan konektivitas antarpulau dan layanan kesehatan darurat merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik di Nusa Penida.
Made Satria menegaskan kolaborasi seluruh pihak menjadi kunci agar pelayanan kepada masyarakat dan wisatawan dapat berjalan optimal.
“Layanan apa pun, termasuk layanan kesehatan, kalau kita jalan sendiri-sendiri tidak optimal. Karena itu perlu kolaborasi, perlu sinergi, perlu dukungan dari semua pihak,” katanya.
Ia berharap sinergi antara pemerintah, swasta, Basarnas, dan pemangku kepentingan lainnya dapat menghadirkan layanan yang lebih cepat sehingga masyarakat lokal maupun wisatawan dapat merasa aman dan nyaman selama berada di Nusa Penida. (Bhn)







