Balihotnews.com | JEMBRANA – Gubernur Bali Wayan Koster meninjau langsung persiapan peresmian Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Kabupaten Jembrana, Senin, 24 Agustus 2026.
Peninjauan dilakukan untuk memastikan seluruh persiapan berjalan optimal menjelang agenda peresmian yang dijadwalkan dihadiri Presiden RI Prabowo Subianto, Selasa, 25 Agustus 2026.
Dalam kunjungan tersebut, Koster mengecek sejumlah aspek penting, mulai dari kesiapan infrastruktur pendukung, sistem operasional pembangkit, hingga koordinasi antarinstansi yang terlibat dalam agenda tersebut.
Peninjauan ini sekaligus menegaskan dukungan Pemerintah Provinsi Bali terhadap percepatan pengembangan energi baru terbarukan sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan.
Gubernur Koster mengatakan pengembangan energi terbarukan merupakan langkah strategis untuk mendorong kemandirian energi Bali sekaligus memperkuat komitmen daerah terhadap kelestarian lingkungan.
“Pembangunan dan pengembangan energi terbarukan menjadi langkah strategis dalam mewujudkan Bali yang semakin mandiri, hijau, dan berkelanjutan. Pemerintah Provinsi Bali terus mendukung percepatan transisi energi demi masa depan Bali yang lebih bersih dan berdaya saing,” kata Gubernur Bali Wayan Koster, Senin, 24 Agustus 2026.
Menurut Gubernur Koster, pengembangan pembangkit berbasis energi surya memiliki peran penting dalam memperkuat pasokan listrik sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil.
Pemanfaatan energi surya juga menjadi bagian dari upaya menekan emisi karbon dan mempercepat transformasi menuju ekonomi hijau. Langkah tersebut dinilai sejalan dengan arah pembangunan Bali yang menempatkan keberlanjutan lingkungan sebagai salah satu prioritas.
Peresmian PLTS di Jembrana diharapkan menjadi momentum untuk mempercepat pemanfaatan energi bersih di Bali. Selain memperkuat ketahanan energi daerah, proyek tersebut diharapkan dapat menjadi contoh pengembangan energi terbarukan yang dapat diterapkan di wilayah lain.
Pemprov Bali juga terus mendorong investasi, inovasi, serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk mempercepat pengembangan energi terbarukan.
Dengan dukungan infrastruktur dan kebijakan yang semakin kuat, Bali diarahkan menuju sistem energi yang lebih mandiri sekaligus mendukung terwujudnya pembangunan daerah yang hijau, tangguh, dan berkelanjutan. (red).







