Bunda Rai Perkuat Kapasitas Kader Posyandu Tabanan, Siap Optimalkan Layanan 6 Bidang SPM

Ketua Tim Pembina (TP) Posyandu Kabupaten Tabanan, Rai Wahyuni Sanjaya. (Balihotnews/red)
Ketua Tim Pembina (TP) Posyandu Kabupaten Tabanan, Rai Wahyuni Sanjaya. (Balihotnews/red)

Balihotnews.com | TABANAN – Ketua Tim Pembina (TP) Posyandu Kabupaten Tabanan, Rai Wahyuni Sanjaya atau Bunda Rai, menegaskan komitmennya memperkuat kualitas pelayanan Posyandu melalui peningkatan kapasitas kader. Langkah ini dinilai menjadi kunci dalam mengoptimalkan implementasi enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM) hingga tingkat desa.

Komitmen tersebut disampaikan Bunda Rai saat menghadiri kegiatan Bina Posyandu Peningkatan Kapasitas Ketua TP Posyandu Kabupaten, Kecamatan, Desa, dan Kelurahan Tahun 2026 di UPTD Balai Pelatihan Kesehatan Masyarakat (Bapelkesmas) Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Denpasar, Senin (27/7/2026).

Kehadiran Bunda Rai menjadi sinyal kuat keseriusan Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia Posyandu sebagai garda terdepan pelayanan dasar kepada masyarakat.

Menurutnya, transformasi Posyandu enam bidang SPM tidak akan berjalan optimal tanpa didukung kader yang memiliki pemahaman dan keterampilan yang memadai.

“Pelatihan ini menjadi bekal yang sangat penting bagi seluruh pengurus dan kader Posyandu. Kami di Kabupaten Tabanan siap mengadopsi dan mengimplementasikan berbagai materi yang diperoleh agar pelayanan Posyandu semakin profesional, adaptif, serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat melalui enam bidang Standar Pelayanan Minimal,” ujar Bunda Rai.

Berita Terkait:  Tiga Hari Pelatihan, Kader Posyandu Klungkung Diperkuat untuk Implementasikan 6 SPM

Istri Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya itu menambahkan, TP Posyandu Kabupaten Tabanan akan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah provinsi, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, hingga seluruh kader di lapangan.

Menurutnya, keberhasilan transformasi Posyandu bukan hanya bergantung pada regulasi, tetapi juga ditentukan oleh sinergi seluruh pemangku kepentingan.

“Kami ingin seluruh kader memiliki pemahaman dan keterampilan yang sama sehingga pelayanan Posyandu benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi, kami optimistis Posyandu di Tabanan akan semakin maju, berkualitas, dan mampu mendukung pelayanan dasar yang lebih baik hingga tingkat desa,” katanya.

Pelatihan Digelar Selama Tiga Hari

Pelatihan berlangsung selama tiga hari, mulai 27 hingga 29 Juli 2026, dan dibuka langsung Ketua TP Posyandu Provinsi Bali, Putri Suastini Koster.

Berita Terkait:  Gubernur Koster Tegaskan Pentingnya Sinergi Pusat dan Daerah dalam Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan

Kegiatan ini mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2024 tentang Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) yang mengamanatkan peningkatan kapasitas kader dalam memberikan pelayanan dasar pada enam bidang SPM.

Selama pelatihan, peserta memperoleh materi mengenai transformasi Posyandu enam bidang SPM, pelayanan kesehatan, pendidikan, sosial, pekerjaan umum dan penataan ruang (PUPR), ketenteraman, ketertiban umum dan perlindungan masyarakat (Trantibumlinmas), hingga penyusunan rencana kerja Tim Pembina Posyandu.

Putri Suastini Koster mengatakan pelatihan tersebut merupakan angkatan kesembilan yang digelar sepanjang 2026 sebagai bagian dari penguatan pembinaan Posyandu di seluruh Bali.

Selain Bina Posyandu, TP Posyandu Provinsi Bali juga menjalankan sejumlah program pembinaan lainnya, seperti kegiatan membina dan berbagi, lomba kebersihan lingkungan sekolah, monitoring kebersihan lingkungan, hingga Program Kulkul PKK dan Posyandu.

“Yang harus saya lakukan dari provinsi adalah memberikan pembekalan mengenai tugas-tugas kader. Saya berharap kabupaten dapat mengadopsi program-program dari provinsi untuk dilanjutkan ke desa-desa sehingga seluruh wilayah dapat tersentuh,” ujar Putri Koster.

Berita Terkait:  SKYY Network Luncurkan Pilot Project Pengiriman Drone di Nuanu Creative City dan Café del Mar Bali, Uji Inovasi di Ekosistem Nyata

Ia juga meminta seluruh peserta mengikuti pelatihan secara serius agar ilmu yang diperoleh dapat diterapkan di daerah masing-masing.

Diikuti 133 Peserta dari Kabupaten Tabanan

Ketua Panitia, Ni Komang Sriani, menjelaskan pelatihan bertujuan meningkatkan kapasitas TP Posyandu kabupaten/kota agar mampu menjadi narasumber sekaligus meneruskan materi kepada kader di wilayah masing-masing.

Angkatan IX diikuti sebanyak 133 peserta dari TP Posyandu Kabupaten Tabanan yang dibagi ke dalam dua kelas, yakni Kelas A dan Kelas B.

Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Dinas PMD Dukcapil Provinsi Bali, Kepala Dinas Sosial P3A Provinsi Bali, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Kasatpol PP Provinsi Bali, jajaran pengurus TP Posyandu Provinsi Bali, perangkat daerah Pemerintah Kabupaten Tabanan, camat se-Tabanan, serta Ketua TP Posyandu kecamatan se-Kabupaten Tabanan.*** (dre)

Berita Terkini