Curhat Nelayan Kusamba Klungkung ke BM PAN: Rumah Hancur Kena Abrasi hingga BBM Ribet

Ketum BM PAN Slamet Ariyadi berbincang dengan masyarakat nelayan Desa Kusamba, Klungkung, Jumat (24/7/2026). (Balihotnews/dre)
Ketum BM PAN Slamet Ariyadi berbincang dengan masyarakat nelayan Desa Kusamba, Klungkung, Jumat (24/7/2026). (Balihotnews/dre)

Balihotnews.com | Klungkung – Organisasi sayap kepemudaan Partai Amanat Nasional (PAN), Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM PAN), turun langsung menyerap aspirasi nelayan di pesisir Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung.

Puluhan nelayan mencurahkan keluh kesah mereka, mulai dari ancaman abrasi hingga rumitnya birokrasi pencairan BBM bersubsidi.

​Kunjungan pada Jumat (24/7/2026) ini dipimpin langsung oleh Ketua Umum DPP BM PAN, Slamet Ariyadi. Aktivis muda asal Jawa Timur yang juga Anggota Komisi I DPR RI ini menjadikan Bali sebagai titik perdana serap aspirasi pasca-Kongres BM PAN ke-7 di Anyer, Banten.

​”Kami datang menyapa langsung karena BM PAN ingin menjadi jembatan dan akses komunikasi masyarakat nelayan kepada pemerintah pusat. Agar nelayan di Kusamba ini mendapatkan hak dan fasilitas yang sama,” kata Slamet di Kampung Nelayan Kusamba.

​Kepala Desa Kusamba, I Nengah Semadi Adnyana, memanfaatkan momen tersebut untuk membeberkan kondisi darurat di pesisir desanya. Bencana abrasi yang tak kunjung mendapat penanganan serius telah memakan korban.

Berita Terkait:  Strategi 4 Pilar Demer usai Dilantik Bahlil Jadi Ketua DPD Golkar Bali

​”Bencana abrasi mengakibatkan sekitar 12 kepala keluarga atau 10 rumah hancur diterjang ombak. Kami sangat berharap adanya bantuan pembangunan penahan abrasi untuk mencegah kerusakan yang lebih luas,” ungkap Nengah.

​Merespons hal tersebut, Slamet mengaku prihatin dan berjanji akan membawa persoalan ini langsung ke Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Ia telah meminta perangkat desa untuk melengkapi kebutuhan administrasi agar dorongan dari BM PAN di pusat bisa dieksekusi lebih cepat.

​Birokrasi BBM Ribet & Bansos Musim Paceklik

​Selain abrasi, masalah klasik terkait bahan bakar juga menjadi keluhan para nelayan di Kusamba.

Mereka merasa dipersulit saat menebus BBM subsidi karena diwajibkan mengurus surat rekomendasi berjenjang dari tingkat kecamatan hingga kabupaten.

​Warga berharap birokrasi dipangkas. Mereka meminta agar kepemilikan Kartu Nelayan atau Kartu Pelaku Usaha Kelautan dan Perikanan (Kusuka) dijadikan satu-satunya pedoman atau syarat pencairan subsidi BBM.

Berita Terkait:  KPU Bali dan Polda Bali Bersinergi Bahas PKS, Fokus pada Data Pemilih dan Dukungan Pemilu

​”Terkait BBM ini kan aturan pasti ada turunannya. Kami akan komunikasikan keinginan masyarakat agar rekomendasi itu tidak berbelit-belit. Cukup dengan Kartu Nelayan saja seperti harapan mereka,” tegas Slamet.

​Slamet juga menyoroti nasib nelayan dan petani garam di Kusamba saat musim paceklik atau cuaca buruk tiba. Saat tak bisa melaut, warga kehilangan mata pencaharian dan sangat membutuhkan jaring pengaman sosial dari pemerintah, seperti PKH atau BPNT, serta bantuan alat tangkap berupa rumpon dan jaring.

​”Nanti kita inventarisir bersama Pak Kades, mana masyarakat yang berdasarkan KK-nya memang layak untuk mendapatkan bantuan sosial. Kami akan teruskan kepada kementerian terkait maupun Kementerian Sosial,” imbuhnya.

​Dalam kesempatan itu, Slamet turut menyampaikan salam hormat dari Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan kepada warga Kusamba. Ia berharap suatu saat Zulhas bisa datang langsung mendengarkan denyut nadi masyarakat pesisir Bali.

Berita Terkait:  Penarikan Tiga Anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Bali dari Pansus TRAP kembali Menjadi Sorotan

​Kawal Kedaulatan Pangan & Rangkul Gen Z

​Di tempat yang sama, Ketua DPW BM PAN Bali, Unggi Tunggur Suryawan, menegaskan komitmen pihaknya untuk mengawal program kedaulatan pangan, sejalan dengan posisi Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan yang ditugaskan sebagai Menko Pangan dalam kabinet Presiden Prabowo.

​Lebih lanjut, Unggi menjelaskan bahwa BM PAN Bali juga tengah gencar merangkul anak-anak muda dan Gen Z agar tidak apolitis. Strateginya dilakukan lewat pendekatan yang cair dan kreatif.

​”Semalam kita sudah melakukan acara ngopi bareng anak-anak muda, mengundang stand-up comedian. Kita ingin membuat suasana demokrasi dan politik di Bali itu lebih cair, menonjolkan kreativitas dan kejujuran,” pungkas Unggi.*** (dre)

Berita Terkini