ITB Undang Gubernur Koster Bicara Masa Depan AI dan Geowisata

Foto: Gubernur Bali Wayan Koster kembali mendapat kepercayaan tampil sebagai pembicara utama atau keynote speaker pada 5th International Conference on Digital Humanities 2026, Sabtu, 18 Juli 2026. (Balihotnews/ist).

Balihotnews.com | BANDUNG – Gubernur Bali Wayan Koster kembali mendapat kepercayaan tampil sebagai pembicara utama dalam forum akademik internasional. Kali ini, Institut Teknologi Bandung (ITB) mengundangnya sebagai keynote speaker pada 5th International Conference on Digital Humanities 2026, Sabtu, 18 Juli 2026.

Konferensi yang mengangkat tema “AI, Digital Ethics, and the Future of Geotourism” itu menjadi ruang pertemuan para akademisi, peneliti, dan pembuat kebijakan untuk membahas arah perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), etika digital, serta masa depan geowisata di tengah pesatnya transformasi teknologi.

Kehadiran Koster dalam forum tersebut dinilai bukan tanpa alasan. Selama memimpin Bali, ia dikenal konsisten mendorong pembangunan yang memadukan kemajuan teknologi dengan pelestarian budaya dan lingkungan. Pendekatan itu tertuang dalam visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, yang menempatkan kebudayaan sebagai fondasi pembangunan sekaligus membuka ruang bagi inovasi yang tetap berpijak pada nilai-nilai lokal.

Berita Terkait:  PPN Pengambengan Dibangun Rp1,2 Triliun, Gubernur Koster: Jadi Pusat Ekonomi Baru Bali

Di hadapan peserta konferensi dari berbagai kalangan, Koster dijadwalkan memaparkan pengalaman Bali dalam mengembangkan pariwisata berkualitas di tengah era digital. Baginya, perkembangan AI bukan sekadar soal kecanggihan teknologi, tetapi juga harus diarahkan untuk memperkuat identitas budaya, meningkatkan kualitas pelayanan publik, dan menjaga keberlanjutan destinasi wisata.

Tema yang diangkat konferensi tersebut sejalan dengan tantangan yang kini dihadapi banyak daerah tujuan wisata di dunia. Digitalisasi dan AI membuka peluang besar dalam promosi, pengelolaan destinasi, hingga analisis perilaku wisatawan. Namun, di sisi lain, teknologi juga menghadirkan tantangan baru terkait etika, perlindungan budaya lokal, serta keberlanjutan lingkungan.

Bali dinilai memiliki pengalaman yang relevan dalam menjawab tantangan tersebut. Berbagai kebijakan yang diterapkan Pemerintah Provinsi Bali selama beberapa tahun terakhir diarahkan untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, kelestarian alam, dan penguatan budaya sebagai identitas utama Pulau Dewata.

Berita Terkait:  Melihat Berakhirnya PHDI Menuju MAHASABHA XIII, KMHDI Buleleng Soroti Ruang Anak Muda dan Persoalan Umat

Selain Koster, konferensi internasional itu juga menghadirkan Rektor Institut Teknologi Bandung Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara sebagai pemberi sambutan, serta Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman sebagai keynote speaker.

Undangan kepada Koster memperlihatkan bahwa pengalaman Bali dalam mengelola pembangunan berbasis budaya kini semakin mendapat perhatian di tingkat nasional maupun internasional. Di tengah derasnya arus transformasi digital, Bali dipandang tidak hanya sebagai destinasi wisata dunia, tetapi juga sebagai contoh bagaimana teknologi dapat berjalan berdampingan dengan pelestarian budaya dan lingkungan. (red).

 

 

Berita Terkini