Dihadiri Megawati, Koster Ungkap Makna Sakral Bulan Bung Karno 2026 di Bali

Momen Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri (tengah) didampingi Gubernur Bali Wayan Koster (kanan) dan Ketua DPP PDIP Prananda Prabowo (kiri) usai menutup rangkaian Bulan Bung Karno 2026 di Sanur, Minggu (28/6/2026). (Balihotnews/Ist)
Momen Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri (tengah) didampingi Gubernur Bali Wayan Koster (kanan) dan Ketua DPP PDIP Prananda Prabowo (kiri) usai menutup rangkaian Bulan Bung Karno 2026 di Sanur, Minggu (28/6/2026). (Balihotnews/Ist)

Balihotnews.com | DENPASAR – Ketua Umum PDIP sekaligus Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri menghadiri penutupan Bulan Bung Karno 2026 di Bali Beach Convention Center, The Meru, Sanur, Minggu (28/6/2026).

Dalam momen tersebut, Gubernur Bali Wayan Koster mengungkap makna sakral perayaan ini sebagai momentum pertanggungjawaban ideologis dan pengingat keras agar partai tidak pernah tercerabut dari akar kerakyatannya.

​Penutupan acara akbar ini turut disaksikan oleh jajaran petinggi partai, di antaranya Ketua DPP PDIP Prananda Prabowo, Sekjen Hasto Kristiyanto, serta Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta. Ribuan kader, jajaran kepala daerah se-Bali, seniman, budayawan, hingga pelaku UMKM tampak memadati lokasi acara.

​Wayan Koster, yang juga menjabat sebagai Ketua DPD PDIP Bali, memaparkan bahwa Juni merupakan bulan yang sangat sakral bagi sejarah bangsa Indonesia. Bulan ini merangkum Hari Lahir Pancasila (1 Juni), Hari Lahir Bung Karno (6 Juni), dan wafatnya Sang Proklamator (21 Juni).

Berita Terkait:  Perkuat Sinergitas dan Pemutakhiran Data Pemilih, KPU Bali Jalin Perjanjian Kerja Sama dengan Kodam IX/Udayana

​Oleh karena itu, Koster menegaskan bahwa penutupan ini bukanlah seremonial semata.

“Bulan Bung Karno bukanlah bulan nostalgia. Ini adalah bulan aktualisasi gagasan, pendidikan ideologi, dan pembentukan karakter bangsa,” tegasnya di lokasi acara.

​Ia juga memastikan seluruh kader PDIP di Bali tetap teguh di jalan ajaran Bung Karno, berupaya menghidupkan api perjuangan melalui kerja nyata di tengah masyarakat.

​‘Setialah Kepada Sumbermu’

​Tahun ini, perayaan di Bali mengusung tema ‘Setialah Kepada Sumbermu’. Membawa semangat pesan legendaris Bung Karno, ‘JASMERAH’ (Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah), Koster mengingatkan seluruh kader menjadikan sejarah sebagai kompas masa depan.

​Menurutnya, sumber kekuatan sejati partai bukanlah kekuasaan atau jabatan, melainkan murni kepercayaan masyarakat. “Partai hanya hidup apabila menyatu dengan denyut kehidupan rakyat,” papar Koster.

Berita Terkait:  Penarikan Tiga Anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Bali dari Pansus TRAP kembali Menjadi Sorotan

​Hakikat ajaran Marhaenisme inilah yang kemudian diterjemahkan Pemprov Bali ke dalam gerakan-gerakan konkret di berbagai sektor, mulai dari kebudayaan, pendidikan, lingkungan hidup, hingga penguatan ekonomi kerakyatan.

​Sebagai penutup dari rangkaian kegiatan yang padat selama Juni 2026, acara ini disemarakkan oleh pesta rakyat dan atraksi budaya. Istri Gubernur Bali, Putri Koster, tampil memukau membacakan puisi di atas panggung.

​Kemeriahan semakin terasa dengan penampilan para pemenang lomba, atraksi juggling Arak Bali, Tari Bapang Barong Ketet, Mekendang Tunggal, serta Senam Nangun Sat Kerthi Loka Bali.

​Sepanjang bulan Juni, Pulau Dewata tercatat telah sukses menggelar beragam acara, mulai dari Liga Kampung Soekarno Cup III hingga Cerdas Cermat Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun.

Berita Terkait:  Terbitkan POJK Rencana Bisnis Bank Umum, OJK Perkuat Kontribusi Perbankan dalam Pembangunan Nasional 

Rangkaian ini melengkapi puncak peringatan 125 tahun kelahiran Bung Karno bertajuk ‘Satyam Eva Jayate’ yang sebelumnya telah digelar dengan melibatkan 1.300 peserta pada 6 Juni lalu di Denpasar.*** (dre)

Berita Terkini