5 Destinasi Wisata Anti-mainstream di Bali buat Liburan Seru Tak Terlupakan 

Air Terjun Tukad Cepung, Bangli, Bali – hidden gem di antara tebing. (balihotnews/dok.trac.astra)

Balihotnews.com | DENPASAR – Bali selalu punya magnet bagi wisatawan, terutama saat liburan.

Suasana tropis, budaya yang hangat, hingga pesta malam tahun baru di pesisir pantai, semuanya membuat Bali terasa spesial.

Makanya tidak mengherankan, kalau beberapa destinasi populer seperti Kuta, Seminyak, atau Canggu sering penuh sesak saat peak season, terlebih saat akhir tahun.

Kalau mau merasakan pengalaman berbeda dan lebih tenang, ada banyak tempat anti-mainstream di Bali yang menawarkan suasana lebih alami, tersembunyi, dan jauh dari keramaian.

Lokasi-lokasi ini sebenarnya sudah cukup populer, tapi jarang jadi pilihan saat ke Pulau Dewata.

Sehingga cocok banget untuk healing dan refleksi diri menuju tahun baru.

Penasaran dimana aja? Berikut selengkapnya:

1. Desa Pinggan – Sunrise Spektakuler ala Negeri Di Atas Awan

Lokasi: Kintamani, Bangli.

Tiket Masuk: Rp10,000–Rp25,000

Untuk menuju Desa Pinggan, butuh waktu sekitar 2–2,5 jam berkendara dari Denpasar.

Berita Terkait:  Banyak Objek yang Bisa Dijelajahi saat Liburan ke GWK Bali, Berikut Tips agar Tak Kehabisan Waktu 

Aktivitas paling populer disini adalah hunting matahari terbit, bersepeda santai, atau sekadar menikmati kopi panas ditemani panorama alam yang menakjubkan.

Hanya saja, fasilitas di sekitar lokasi masih cukup terbatas.

Jadi pastikan membawa perlengkapan pribadi dan memesan penginapan sebelumnya kalau mau stay disana.

Daya Tarik:

Spot sunrise terbaik dengan latar Gunung Batur dan kabut tebal

Suasana tenang dan cocok untuk fotografi landscape

Udara sejuk dan jauh dari keramaian kota

2. Gili Putih Sumberkima – Pulau Pasir Mini yang Magical

Lokasi: Sumberkima, Buleleng.

Biaya: Sekitar Rp200,000–Rp400,000 (perahu pulang-pergi, tergantung operator)

Gili Putih Sumberkima adalah pulau pasir kecil yang hanya muncul saat air surut.

Tempat ini cocok untuk yang ingin merasakan sensasi ala private island.

Karena lokasinya cukup jauh (sekitar 3–4 jam dari Denpasar), destinasi ini sangat pas buat kamu yang siap menjelajah wisata Bali Utara. Aktivitas seru yang bisa dilakukan disana antara lain:

Berita Terkait:  Gubernur Koster Sambut Empat Menteri Republik Demokratik Timor Leste Beserta Delegasi Bali-Timor Leste Business Forum

Snorkeling

Picnic di tengah laut

Foto prewedding atau konten travel aesthetic

3. Savana Tianyar – Landscape Ala Afrika di Bali Timur

Lokasi: Jl. Segara Agung, Tianyar, Kubu, Karangasem, Bali.

Tiket Masuk: Rp10,000–Rp25,000

Kalau menyukai panoramaluas dengan latar Gunung Agung, Savana Tianyar wajib masuk bucket list.

Saat musim kemarau, rumputnya berubah jadi kuning keemasan dan memberi nuansa mirip safari Afrika yang sangat fotogenik.

Area ini cukup luas tapi minim fasilitas.

Jadi disarankan membawa air minum yang cukup agar tidak dehidrasi saat main-main di sana.

Berikut beberapa aktivitas yang bisa dilakukan.

Offroad trip

Hunting foto sunrise/sunset

Camping (area tertentu)

4. Bukit Asah – Camping Romantis Dekat Pantai

Lokasi: Sengkidu, Manggis, Karangasem, Bali.

Tarif Camping: Mulai Rp100.000–Rp400.000 (tergantung penyedia paket)

Bukit Asah adalah salah satu tempat anti-mainstream di Bali dengan pemandangan tebing tinggi menghadap laut biru yang luas.

Berita Terkait:  Asyik buat Me Time! 5 Rekomendasi Pantai dengan View Cantik di Uluwatu yang Gak Terlalu Ramai

Suasananya mirip di Broken Beach Nusa Penida, tapi lebih mudah dijangkau. Selain camping, disini kamu juga bisa menikmati:

Sunrise & sunset view

Akses ke pantai Virgin Beach hanya sekitar 10 menit

Spot foto alami dengan pemandangan dramatis

5. Air Terjun Tukad Cepung – Hidden Gem di Antara Tebing

Lokasi: Jl. Tembuku, Bangli, Bali.

Tiket Masuk: Rp15,000–Rp30,000

Buat pecinta fotografi, liburan kesini dijamin hepi banget. 

Air terjun ini tersembunyi di balik celah tebing.

Jadi saat difoto akan menciptakan efek cahaya alami yang dramatis saat sinar matahari menerobos masuk ke dalam gua.

Hasilnya? Instagrammable abis.

Meski begitu, untuk bisa kesana perlu trekking ringan sekitar 15–30 menit.

Jadi pastikan memakai alas kaki yang nyaman, baik sepatu atau sandal gunung.

Spot ini cocok buat kamu yang suka eksplorasi alam dan mencari destinasi estetik. (ani)

Berita Terkini