Jumhur Hidayat Puji Bali Sukses Jinakkan Sampah dan Rawat Mangrove

Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat dan Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri aksi penanaman mangrove di Mangrove Arboretum Park, Denpasar, Rabu (10/6/2026). (Balihotnews/Ist)
Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat dan Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri aksi penanaman mangrove di Mangrove Arboretum Park, Denpasar, Rabu (10/6/2026). (Balihotnews/Ist)

Balihotnews.com | DENPASAR – Menteri Lingkungan Hidup RI, Mohammad Jumhur Hidayat, melempar pujian untuk Pemerintah Provinsi Bali. Ia menilai Pulau Dewata sukses menjadi role model sinergi seluruh elemen masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup.

​Apresiasi itu disampaikan Jumhur saat melakukan aksi penanaman mangrove di Mangrove Arboretum Park, Pedungan, Denpasar Selatan, Rabu (10/6/2026) pagi.

​”Di Bali saya melihat semua kalangan bisa bersatu. Ini contoh yang sangat baik dan saya yakin akan semakin banyak pihak yang terlibat dalam menjaga lingkungan hidup,” kata Jumhur di lokasi.

​Melihat solidnya gerakan lingkungan di Bali, Jumhur membocorkan rencana besar pemerintah pusat. Kata dia, pihaknya bersiap menggelar aksi penanaman mangrove dengan skala yang jauh lebih masif di Bali pada Hari Mangrove Sedunia, 28 Juli mendatang.

​Aksi besar itu nantinya bakal mengawinkan gerakan lintas sektor. Mulai dari berbagai kementerian, serikat pekerja, organisasi masyarakat, hingga komunitas pemuda pegiat lingkungan.

Berita Terkait:  Dampak Ekonomi Maybank Marathon 2026 di Bali Tembus Ratusan Miliar

​Jinakkan Sampah, Dongkrak Simpati Turis Dunia

​Tak hanya soal hutan pesisir, aktivis yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) ini juga mengapresiasi gerak cepat Pemprov Bali dalam menjinakkan bom waktu masalah sampah.

​Berdasarkan laporan kementerian, volume timbunan sampah di sejumlah titik krusial di Bali kini sudah jauh lebih terkendali. Bagi Jumhur, kebersihan lingkungan adalah modal utama pariwisata berkelas dunia.

​”Ketika suatu daerah serius menjaga lingkungan, masyarakat internasional akan memberikan penghormatan dan simpati. Hal itu justru akan memperkuat sektor pariwisata,” tegas Jumhur.

​Ia juga menggarisbawahi potensi ekonomi hijau (green economy) dari hutan bakau Bali. Kawasan mangrove memiliki kemampuan luar biasa dalam menyerap karbon, sehingga berpeluang besar masuk dalam skema perdagangan karbon internasional.

Berita Terkait:  Kapolda Bali Pimpin Upacara Sertijab, Dua Jabatan Strategis Resmi Berganti

​”Jika pengelolaan dilakukan secara baik dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat lokal, maka nilai ekonomi dari jasa lingkungan tersebut dapat meningkat secara signifikan,” imbuhnya.

​Koster Targetkan Pemulihan Mangrove Rusak

​Di tempat yang sama, Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan rasa terima kasih atas atensi penuh pemerintah pusat terhadap isu lingkungan di wilayahnya. Koster menegaskan, urusan mangrove dan perubahan iklim memang menjadi menu wajib bulanan Pemprov Bali.

​”Terima kasih kepada Bapak Menteri yang berkenan hadir. Ini bentuk kepedulian terhadap lingkungan hidup di Provinsi Bali,” kata Koster.

​Koster memaparkan, Pemprov Bali rutin menggerakkan aksi penanaman pohon dan mangrove di berbagai wilayah setiap bulannya demi mengejar target minimal kawasan hijau.

Berita Terkait:  Resmikan Gebyar Mahottama, Bupati Satria: Fondasi Kuat Generasi Emas Klungkung lewat Wajib Belajar Prasekolah

​Politikus asal Buleleng ini tak menampik jika kawasan hutan payau di wilayah Denpasar dan Badung sempat babak belur. Ada sekitar 18 hektar lahan mangrove yang terdeteksi rusak dan kini sedang digenjot pemulihannya sejak 2019.

​”Semoga mangrove yang ditanam hari ini dapat tumbuh dengan baik sehingga kawasan ini kembali pulih seperti sedia kala dan memberikan manfaat bagi lingkungan serta masyarakat,” harap Koster.

​Aksi penanaman mangrove sejak pagi buta ini berlangsung semarak. Sejumlah pejabat teras Bali tampak hadir, mulai dari Wali Kota Denpasar, Bupati Badung, jajaran Forkopimda Bali (Pangdam IX/Udayana, Kapolda Bali, Kajati, Ketua Pengadilan Tinggi), Danrem 163/Wira Satya, Kepala Binda Bali, Kepala BNNP Bali, jajaran kelompok ahli gubernur, hingga ratusan pelajar dan mahasiswa pecinta alam.*** (dre)

Berita Terkini