Mesin Partai Gerakan Rakyat Mulai Jalan di Bali, Kebut Pengurus Kecamatan

Suasana rapat internal pengurus DPW Partai Gerakan Rakyat (PGR) Provinsi Bali di Denpasar, Jumat (22/5/2026). Rapat ini membahas percepatan pembentukan struktur pengurus tingkat kecamatan. (Balihotnews/red)
Suasana rapat internal pengurus DPW Partai Gerakan Rakyat (PGR) Provinsi Bali di Denpasar, Jumat (22/5/2026). Rapat ini membahas percepatan pembentukan struktur pengurus tingkat kecamatan. (Balihotnews/red)

Balihotnews.com | DENPASAR – Mesin politik Partai Gerakan Rakyat (PGR) perlahan tapi pasti mulai memanaskan ruang perpolitikan di Pulau Dewata.

Sebagai pendatang baru yang lahir dari barisan loyalis Anies Baswedan, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PGR Provinsi Bali kini tengah tancap gas mengebut pembentukan struktur kepengurusan hingga tingkat kecamatan guna menatap agenda politik nasional ke depan.

​Konsolidasi masif hingga ke akar rumput ini rupanya bukan sekadar urusan pemenuhan syarat administratif. Di balik langkah tersebut, PGR Bali membawa misi untuk menegaskan haluan politik mereka yang berakar kuat pada ideologi Pancasila serta penghormatan terhadap tradisi setempat.

​Ketua DPW PGR Provinsi Bali, I Gede Oka Suanda Yudara, menyatakan bahwa partainya hadir dengan membawa semangat kebangsaan dan inklusivitas demi membangun iklim demokrasi yang sehat.

Berita Terkait:  Cegah Krisis Air Bali, Wamenpar Ni Luh Puspa Tanam 12.500 Bambu di Lempuyang

​”Partai Gerakan Rakyat di Bali berkomitmen menjadi wadah politik yang menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila. Kami juga menjaga persatuan nasional, serta menghormati budaya dan kearifan lokal masyarakat Bali sebagai bagian tak terpisahkan dari identitas bangsa,” ujar Oka, Jumat (22/5/2026).

Untuk menjaga keharmonisan di tengah masyarakat, Oka secara tegas menyatakan bahwa PGR Bali menolak segala bentuk politik identitas, intoleransi, maupun narasi yang berpotensi memicu perpecahan.

​”PGR hadir sebagai partai nasionalis yang terbuka untuk seluruh elemen masyarakat tanpa membedakan latar belakang suku, agama, ras, maupun golongan. Kami ingin menghadirkan politik yang sejuk, inklusif, dan membangun,” tegasnya.

​Terkait langkah ke depan, PGR Bali kini tengah menunggu proses legalitas partai secara nasional rampung. Setelah tahapan hukum dan administratif tersebut selesai, DPW PGR Bali berencana segera menggelar deklarasi resmi untuk memperkenalkan diri kepada masyarakat luas.

Berita Terkait:  Mengawal Rp 2,15 Triliun Uang Rakyat di APBD Tabanan 2027

Oka berharap, kehadiran PGR di Bali tidak sekadar meramaikan panggung politik, tetapi mampu menjadi ruang partisipasi warga yang berorientasi pada kepentingan nyata daerah dan bangsa.

​Latar Belakang Partai

​Sebagai informasi, Partai Gerakan Rakyat (PGR) merupakan partai politik baru yang resmi dideklarasikan pada 18 Januari 2026 lalu. Partai ini lahir dari hasil transformasi sejumlah organisasi masyarakat (ormas) pendukung Anies Baswedan.

Dipimpin oleh Sahrin Hamid, figur yang dikenal sebagai orang dekat Anies pada Pilpres 2024, partai ini dibentuk sebagai kendaraan politik untuk mewujudkan agenda perubahan. Sahrin didaulat menjabat sebagai Ketua Umum PGR hingga tahun 2031 mendatang.

Dalam struktur keanggotaan partai, Anies Baswedan sendiri telah didaulat secara khusus sebagai anggota kehormatan dengan nomor urut keanggotaan (KTA) 001.*** (dre)

Berita Terkait:  Ahli Ungkap Sinyal Kriminalisasi di Kasus Eks Kepala BPN Bali

Berita Terkini