Gubernur Koster Siapkan Kebijakan Baru Atur Pergerakan Kendaraan Logistik Atasi Macet di Jalur Gilimanuk–Denpasar

Gubernur Bali Wayan Koster saat ditemui di kantor Gubernur Bali, Senin (16/3/2026)

Balihotnews.com l DENPASAR- Sejumlah ruas jalan di Bali, khususnya jalur Denpasar – Gilimanuk, mengalami kemacetan dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini dipicu meningkatnya jumlah kendaraan yang masuk ke Bali bersamaan dengan lonjakan wisatawan domestik.

Gubernur Bali Wayan Koster, mengatakan peningkatan jumlah kendaraan yang masuk ke Bali pada awal Maret tahun ini cukup signifikan. Berdasarkan data yang diterima pemerintah daerah, jumlah kendaraan yang masuk tercatat meningkat sekitar enam persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

“Memang kondisinya saat ini jumlah wisatawan domestik yang datang ke Bali meningkat cukup besar. Belum lagi banyaknya angkutan domestik yang masuk, tercatat naik sekitar 6 persen,” kata Gubernur Koster.

Lebih jauh Gubernur Bali 2 Periode ini menjelaskan, peningkatan tersebut terjadi pada periode 1 Maret hingga 15 Maret 2026, jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025.

Berita Terkait:  Dari Sampah Menjadi Nilai Tambah, Pelindo Lanjutkan Program WISE di Ring 1 Pelabuhan Benoa 

Kemacetan terutama terjadi karena meningkatnya arus kendaraan dari Pulau Jawa yang masuk ke Bali melalui jalur penyeberangan menuju Pelabuhan Gilimanuk. Meski demikian, Koster memastikan kondisi lalu lintas masih dapat dikendalikan oleh pihak terkait.

“Namun sejauh ini masih bisa diatasi. Saya sudah meminta kepada Kepala Dinas Perhubungan dan Dirlantas untuk melakukan langkah-langkah penanganan kemacetan,” terang Gubernur Bali jebolan ITB Bandung ini.

Sebelumnya, kepolisian memprediksi puncak kepadatan arus kendaraan akan terjadi pada 17 hingga 18 Maret. Namun kenyataannya, lonjakan arus kendaraan sudah terjadi lebih awal, yakni pada 14 hingga 15 Maret.

“Kita juga tidak menyangka akan seramai itu, apalagi kondisi infrastruktur kita memang belum memadai,” ungkap Gubernur Bali asal Desa Sembiran ini.

Berita Terkait:  Polda Bali Sinergi Jaga Kamtibmas tetap Aman dan Kondusif 

Ia juga menyinggung penambahan armada kapal penyeberangan yang sebelumnya telah dilakukan oleh operator penyeberangan. Menurutnya, penambahan kapal memang membantu memperlancar arus penyeberangan, namun persoalan justru muncul setelah kendaraan memasuki wilayah Bali.

“ASDP sebenarnya sudah melakukan penambahan kapal. Namun persoalannya adalah setelah dari Gilimanuk menuju Denpasar dan Badung kapasitas jalannya masih terbatas,” jelasnya.

Selain kapasitas jalan yang terbatas, kendaraan pengangkut logistik juga disebut menjadi salah satu faktor utama yang memicu kemacetan di jalur tersebut. Jalur dari Gilimanuk menuju kawasan seperti Denpasar dan Badung diketahui memiliki banyak tikungan dan tanjakan.

“Jalur dari Gilimanuk ke Denpasar memiliki banyak tikungan dan tanjakan. Jika dilalui truk logistik, lajunya sangat pelan. Di belakangnya sering ada bus atau kendaraan lain sehingga antrean menjadi semakin panjang,” sebutnya.

Berita Terkait:  Fuso Mosaic Event 2026 di Lovina Manjakan Konsumen Setia Mitsubishi Fuso

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemerintah Provinsi Bali tengah mempertimbangkan kebijakan yang mengatur pergerakan kendaraan logistik, baik yang masuk ke Bali maupun yang beroperasi di dalam wilayah Bali.

“Karena itu saya sedang mempertimbangkan untuk membuat kebijakan yang mengatur pergerakan kendaraan logistik yang masuk ke Bali maupun yang beroperasi di dalam Bali,” tutup Gubernur Koster. (Bhn)

Berita Terkini