Balihotnews.com | DENPASAR – PT PLN (Persero) menyiapkan langkah strategis untuk mendukung visi pembangunan Bali “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” melalui percepatan pengembangan ekosistem kendaraan listrik berbasis baterai (KBLBB). Upaya ini menjadi bagian dari komitmen PLN dalam mendorong transformasi energi bersih sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan Pulau Dewata.
Komitmen tersebut disampaikan Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Priyanto, dalam audiensi bersama Gubernur Bali I Wayan Koster, Sabtu, 24 Januari 2026.
Dalam pertemuan itu, PLN memaparkan action plan terpadu yang dirancang untuk mendukung pembangunan Bali berkelanjutan hingga periode 2028-2029.
PLN menegaskan pengembangan kendaraan listrik tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga pada pembentukan ekosistem yang menyeluruh.
Rencana aksi tersebut mencakup penyediaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di lokasi strategis, penguatan layanan pengisian cepat dan ultra cepat, serta edukasi publik mengenai manfaat ekonomi kendaraan listrik.
Pembangunan SPKLU di Bali akan diprioritaskan pada kawasan pariwisata dan koridor mobilitas utama.
Langkah ini dinilai penting untuk menjamin keandalan layanan pengisian daya sekaligus mengubah persepsi masyarakat bahwa kendaraan listrik dapat digunakan sebagai moda transportasi utama yang aman dan nyaman.
Ke depan, kapasitas SPKLU akan terus ditingkatkan, terutama untuk mendukung kebutuhan mobilitas tinggi, transportasi umum dan sektor pariwisata.
Pengembangan Fast Charging dan Ultra Fast Charging diharapkan mampu mengurangi kekhawatiran pengguna terhadap jarak tempuh dan keterbatasan akses pengisian daya.
PLN juga menekankan bahwa keberhasilan adopsi kendaraan listrik tidak cukup hanya mengandalkan insentif. Diperlukan kebijakan jangka panjang yang konsisten, ekosistem yang kuat, serta peningkatan pemahaman masyarakat mengenai nilai ekonomi kendaraan listrik sebagai solusi transportasi yang efisien dan ramah lingkungan.
Sebagai tahap awal, program adopsi kendaraan listrik akan difokuskan pada kelompok pengguna yang dapat dibina secara terstruktur, seperti aparatur sipil negara dan pegawai PLN.
Pendekatan berbasis keteladanan ini diharapkan dapat membangun kepercayaan publik melalui contoh nyata penggunaan kendaraan listrik dalam aktivitas sehari-hari. Langkah tersebut dinilai relevan dengan tren peningkatan jumlah kendaraan listrik di Bali.
Hingga akhir 2025, jumlah kendaraan listrik di Bali tercatat mencapai sekitar 12.800 unit. Kondisi ini menegaskan kebutuhan akan infrastruktur pengisian daya yang semakin andal dan merata.
Gubernur Bali I Wayan Koster menegaskan bahwa percepatan penggunaan kendaraan listrik merupakan bagian dari arah pembangunan jangka panjang Bali yang berlandaskan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali.
Kebijakan ini tidak hanya bertujuan menjaga kelestarian alam, tetapi juga mendukung efisiensi energi, peningkatan kualitas hidup masyarakat, serta keberlanjutan sektor pariwisata.
Audiensi tersebut menandai penguatan sinergi antara PLN dan Pemerintah Provinsi Bali dalam membangun ekosistem kendaraan listrik yang terencana dan berkelanjutan, sebagai bagian dari transformasi energi bersih nasional yang memberikan manfaat nyata bagi lingkungan dan perekonomian Bali. (red).





